Senin, 20 Mei 2019
16 Ramadan 1440 H
Home / Haji umrah / Petugas Haji akan Dibekali Radio Frequency Identification, Ini Penjelasannya
Dirjen PHU Nizar Ali (foto/dok) kemenag
Radio Frequency Identification (RFId) akan terhubung langsung dengan ponsel pintar petugas dengan kode QR yang ada di setiap gelang jemaah haji.

Sharianews.com, Jakarta ~ Kementerian Agama melalui Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) terus melakukan inovasi-inovasi terkait penyelenggaraan dan peningkatan layanan jemaah haji. Salah satunya adalah revitalisasi petugas haji.

Dilansir dari laman Kemenag, Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Nizar, mengatakan salah satu inovasi yang akan dilakukannya adalah mengembangkan aplikasi digital sebagai media yang akan digunakan para petugas haji.

"Kita akan mengembangkan aplikasi digital untuk petugas haji, jadi saat ini petugas haji harus melek informasi teknologi (IT)," kata Nizar saat membuka Rapat Teknis Orientasi Petugas Operator Siskohat Kanwil untuk Rekrutmen Petugas Haji di Hotel Borobudur Jakarta, Rabu (6/2).

Aplikasi digital ini menurut Nizar akan menjadi pegangan para petugas sebagai alat pelaporan antar petugas Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi dengan petugas yang menyertai jemaah (Petugas Kloter).

Di samping itu, rencananya aplikasi ini juga akan dibekali Radio Frequency Identification (RFId) yang akan terhubung langsung dengan ponsel pintar petugas dengan kode QR yang ada di setiap gelang jemaah haji.

"Jadi, petugas haji sudah nggak perlu teriak-teriak lagi mendata jemaah saat berada di bus," terang Nizar yang kini memasuki tahun ketiga menjadi pimpinan tertinggi di Direktorat Jenderal PHU.

Kegiatan ini mengundang peserta dari operator Siskohat daerah yang berasal dari 34 Kanwil Kemenag Provinsi. Mereka akan dibekali sejumlah materi yang terkait sistem perekrutan petugas haji di masing-masing daerah.

Sebagaimana diketahui pada tahun sebelumnya, Direktorat Jenderal PHU telah menerapkan pola seleksi petugas haji berbasis aplikasi online atau dikenal dengan Computer Assisted Test (CAT) menggunakan smartphone. Proses seleksi petugas haji dengan pola ini diyakini lebih transparan dan memotivasi calon petugas haji lebih menguasai teknologi.

 

Reporter: Romy Syawal Editor: Achi Hartoyo