Kamis, 17 Oktober 2019
18 Ṣafar 1441 H
Home / Ekbis / Pesan Pengusaha Terhadap Kawasan Industri Halal
FOTO I Dok. monitor.co.id
"Itu bagus dong, sebagai pengusaha kita sangat mendukung," ujar Assad ketika dihubungi Sharianews, Rabu (19/6).

Sharianews.com, Jakarta ~ Anggota Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Jaya, Muhammad Assad menyampaikan dukungannya terkait kawasan industri halal yang akan dikembangkan oleh Pemerintah.

"Itu bagus dong, sebagai pengusaha kita sangat mendukung," ujar Assad ketika dihubungi Sharianews, Rabu (19/6).

Dilihat dari industri halal yang semakin berkembang belakangan ini, membuat kawasan ekonomi halal bisa menjadi sebuah ekosistem yang menarik.

"Jadi setiap orang sudah ada awareness-nya, dan kawasan ekonomi halal ini bisa menjadi ekosistem yang bisa menarik pengusaha lokal yang memang bergerak di bidang halal industri, seperti fesyen muslim, makanan halal, traveling muslim, dan lain-lain," imbuh Assad yang juga CEO aplikasi emas syariah Tamasia.

Menurut penulis buku Notes from Qatar ini, ekosistem halal tersebut bisa membuat profit tersendiri. Hal tersebut disebabkan pihak pemerintah dalam hal ini Kementerian Perindustrian telah mendukung penuh, baik secara infrastruktur maupun fasilitas.

"Kan orang jadi ada tempat juga, kalau saat ini orang gak tau kalau mau wisata halal itu ke mana yah, paling orang milihnya Lombok atau Aceh, tapi secara infrastrukrur belum di-branding," imbuhnya lagi.

Yang paling penting, lebih lanjut dikatakan Assad adalah tugas pemerintah ketika sudah menetapkan kawasan industri halal, harus disiapkan pula promosi.

"Mereka juga harus mem-branding ke mana-ke mana, sama kayak di Malaysia kita tau branding-nya Malaysia Trully Asia, itu sampe sekarang masih terngiang tuh, jadi tugas pemerintah sebagai regulator mereka membuat kebijakan tersebut dan mem-branding-nya.” Ujar Assad

Seperti diketahui, terdapat empat kawasan industri yang masuk dalam rencana pengembangan kawasan industri halal di Indonesia.

“Keempat kawasan industri tersebut adalah Batamindo Industrial Estate, Bintan Industrial Park, Jakarta Industrial Estate Pulogadung, dan Modern Cikande Industrial Estate,” ujar Direktur Perwilayahan Industri Direktorat Jenderal Ketahanan, Perwilayahan dan Akses Industri Internasional (KPAII) Kemenperin, Ignatius Warsito.

Menurutnya, pengembangan area ini menjadi salah satu upaya untuk mendukung pemberlakuan sertifikasi produk halal pada 17 Oktober 2019.

Sebelumnya, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengemukakan, sebagai negara dengan penduduk Muslim terbesar di dunia, Indonesia perlu memanfaatkan potensi kawasan industri halal. Hal ini seiring besarnya permintaan produk halal baik di masyarakat domestik maupun global.

“Tahun ini pemerintah menargetkan capaian industri halal bisa menembus hingga 25 miliar dolar AS pada perdagangan dunia, atau naik 20 persen dibanding tiga tahun lalu,” tutupnya. (*)

 

Reporter: Romy Syawal Editor: Achi Hartoyo