Selasa, 23 April 2019
18 Sha‘ban 1440 H
Foto/Dok Sharianews
Perubahan sepuluh tahun menurutnya, adalah evaluasi manusia bertambah baik atau bertambah buruk. Lebih dengan keluarga atau malah jauh karena terlalu sibuk memikirkan pekerjaan. Lebih rajin beribadah atau malah bolong-bolong.

Sharianews.com, Di media sosial sedang ramai tren 10 years challenge di mana banyak warganet mengunggah foto-foto lamanya 10 tahun yang lalu. Hal tersebut menyedot perhatian para psikolog sampai tokoh agama.

Ahli Psikologi Imam Ratrioso memaparkan bahwa ini merupakan efek domino dari media sosial. Awalnya ada orang yang memulai mengunggah perubahan dirinya dari tahun ke tahun sebagai wujud eksistensi mereka. Ingin dilihat sampai ingin dipuji.

“Turunannya mereka juga ingin menunjukkan kepada orang-orang yang dahulu pernah bersama. Bahwa dirinya telah berubah, tidak lagi seperti dia yang dulu,” jelas Imam.

Sementara itu Muhammad Fikri Dosen Hadits STIN Al Hikam Depok melihat fenomena tersebut dari segi yang berbeda.

Perubahan sepuluh tahun menurutnya, adalah evaluasi manusia bertambah baik atau bertambah buruk. Lebih dengan keluarga atau malah jauh karena terlalu sibuk memikirkan pekerjaan. Lebih rajin beribadah atau malah bolong-bolong.

“Muhasabah diri sangat penting untuk melihat diri kita. Karena manusia hidup harus terus berusaha untuk lebih baik. Lebih bermanfaat bagi orang lain. Maka jika 10 tahun lalu belum bisa shodaqoh maka perlu shodaqoh. Harus ada perubahan,” ujar pimpinan pesantren tahfidz Daru Hasbi tersebut.

Fikri menambahkan, fenomena 10 tahun challenge itu sah-sah saja. Banyak orang yang berhijrah dari yang dulu tidak berhijab kemudian berhijab atau meninggal gemerlap dunia artis kemudian mendekatkan diri kepada Allah itu luar biasa.

“Yang penting ketika berubah dari tahun 2009 ke 2019 ada perubahan baik. Jika sudah baik maka perlu istiqomah dan ditambah,” pungkas Fikri. 

Munir Abdillah