Senin, 22 Juli 2019
20 Thu al-Qa‘dah 1440 H
Home / Lifestyle / Pesan dari Film "lman di Pangkuan sang Fakir", Semua Harus Ikhlas
Nilai keikhlasan dan kepedulian karena adanya iman itulah yang mampu mempertahankan hati manusia sebagaimana fitrahnya.

Sharianews.com, Jakarta ~ Tokoh utama dalam film “Iman Di Pangkuan Sang Fakir”, Afrian Aris Andi menuturkan kunci bahwa keikhlasan harus melekat dalam diri manusia, tidak hanya pada film saja.

Ketika berperan dalam film dengan kemanusiaan, maka yang disorot tidak hanya sekadar berbagi dalam bentuk sedekah maupun zakat, namun harus mempunyai nilai keikhlasan.

“Seseorang dalam keadaan tersudut (kesusahan) seperti itu, mungkin terkadang tidak ada yang bisa kita lakukan tapi kita ikhlas saja. Ketika memberikan sesuatu ikhlas saja. Berbagi tidak musti berupa materi,” ujar Afrian di Jakarta, Rabu (06/02).

Dalam film “Iman Di Pangkuan Sang Fakir”, keikhlasan tergambar dalam beberapa adegan.  Salah satunya ketika Iman dan Tutik (teman dekat Iman yang diperankan oleh Eka Chris) menemukan anak terlantar yang dibuang orang tuanya.

Dalam momen tersebut, orang-orang lain hanya bisa menonton saja dan tidak berbuat apa-apa, padahal keadaan mereka mungkin lebih baik dari Iman.

Namun, Iman yang sudah seharian tidak makan karena tidak memiliki uang sepeserpun, akhirnya mengambil tindakan untuk membantu dan membawa anak terlantar itu ke rumahnya.

Menurutnya, nilai keikhlasan dan kepedulian karena adanya iman itulah yang mampu mempertahankan hati manusia sebagaimana fitrahnya.

Aktor sekaligus guru pada Sekolah Menengah Atas (SMA) ini juga mengatakan bahwa karakter atau kehidupan yang diperankannya dalam film tersebut, tidak jauh berbeda dari kehidupan aslinya beberapa waktu lalu.

Sewaktu kuliah, Afrian mencari nafkah sendiri di pasar karena berasal dari keluarga yang sangat sederhana. Dia harus membiayai sendiri pendidikan dan uang makan sehari-hari.

Begitu pula dengan yang ditampilkan dalam film tersebut, ketika dia berjuang di pasar untuk mencari nafkah.

“Karena saya berawal dari orang tidak punya dan sudah sering hidup di pasar. Jadi untuk mendalami karakter ini lumayan gampang,” kata pemeran Iman.

Menurut dia, banyak cobaan yang harus dilalui untuk mempertahankan iman.

Seperti dicontohkan karakter Budhe Wati dalam film tersebut. Dia berada dalam kondisi ekonomi yang susah dan akhirnya menunjukkan kelemahan imannya dengan mengambil hak orang lain.

“Jadi film ini juga mengajarkan, dalam keadaan apa pun iman kita jangan pernah goyah,” kata dia. (*)

 

Reporter: Fathia Rahma Editor: Achi Hartoyo

Tags: