Kamis, 12 Desember 2019
15 Rabi‘ at-akhir 1441 H
Home / Keuangan / Pertama di Asia Tenggara, ALAMI Gandeng Investor Berskala Multinasional
Investasi di tahap seed round ini dipimpin oleh Golden Gate Ventures dengan skema akad musyarakah.

Sharianews.com, Jakarta ~ Perusahaan fintech peer to peer (P2P) financing syariah ALAMI mengumumkan komitmen pendanaan dengan empat investor berskala multinasional. Komitmen ini terangkum dalam inisiatif penandatanganan nota kesepahaman (MoU) di mana untuk kali pertamanya di kawasan Asia Tenggara terjadi kesepakatan pendanaan/fundraising berbasis syariah yang dilakukan oleh kalangan investor modal ventura (Venture Capital) ternama.  

Investasi di tahap seed round ini dipimpin oleh Golden Gate Ventures dengan skema akad musyarakah. CEO ALAMI, Dima Djani mengatakan, beberapa nama investor yang bergabung dalam komitmen pendanaan ini yakni Agaeti Ventures, RHL Ventures, dan seorang angel investor Aamir Rahim dari Hong Kong melalui Zelda Crown. 

Keempat investor ini bersepakat pada 13 November 2019 untuk memberikan suntikan modal kepada ALAMI dengan prosedur yang sesuai dengan syariat Islam. Saat ini ALAMI terus berupaya mengenalkan nilai-nilai syariah dalam setiap prosedur kerja sama dengan pihak mitra, termasuk dengan para calon investor. 

Hal itu dilakukan untuk menunjukkan komitmen ALAMI dalam mengimplementasikan esensi syariah tidak hanya dalam produk dan layanan, namun juga sampai ke sumber pendanaan yang menjadi landasan ALAMI menjalankan kegiatan operasionalnya. 

“Sebagai perusahaan yang menawarkan produk dan jasa keuangan berbasis syariah, kami ingin memberikan nilai tambah kepada bisnis dan juga stakeholders di mana ALAMI saat ini juga merambah prinsip syariah dalam pendanaan. Hal ini merupakan hal yang baru di mana untuk pertama kalinya, perusahaan startup syariah lndonesia sukses mengajak investor untuk melakukan pendanaan yang berbasis syariah. Kami berharap ke depannya, akan semakin banyak investor yang terbuka dengan skema fundraising seperti ini, khususnya untuk permodalan ke perusahaan startup syariah," tutur Dima. 

Upaya ALAMI untuk meyakinkan para investor tentang akad musyarakah dilandaskan pada kepercayaan investor tentang model bisnis ALAMI dan juga refleksi atas pertumbuhan gaya hidup Muslim modern yang kini sudah merambah ke banyak sektor, termasuk finansial. 

Lebih lanjut, Dima memandang saat ini Indonesia telah lebih terbuka terhadap pengembangan peta jalan ekonomi syariah dan industri halal. Berdasarkan data Global Islamic Finance Report (GIFR) 2019 yang dirilis Cambridge Institute of Islamic Finance (Cambridge llF), Indonesia menempati urutan teratas dengan skor 81,93 melesat dari sebelumnya 57,8.

Berdasarkan penilaian tersebut, Indonesia dianggap telah mencatatkan kemajuan dari perkembangan regulasi serta peningkatan ekosistem industri perbankan dan keuangan syariah. Selain itu, dari sisi dukungan pemerintah, ekosistem keuangan syariah juga semakin diperkuat dengan peluncuran Masterplan Ekonomi Syariah lndonesia (MEKSI) 2019-2024.

“Para investor tersebut tentunya sudah menakar potensi market di Indonesia berdasarkan kondisi eksternal dan internalnya. Dari sisi internal perusahaan, ALAMI berhasil menunjukkan kesiapan perusahaan dan rencana bisnis yang matang untuk menyediakan lebih banyak lagi akses permbiayaan syariah bagi UKM di Indonesia. Sejak bulan Mei 2019 sampai Oktober 2019, ALAMI telah menyalurkan pembiayaan sebesar Rp50,3miliar ke berbagai sektor bisnis di lndonesia,” tutup Dima.  

Penandatanganan kesepakatan atas komitmen pendanaan syariah ini meniadi milestone penting bagi industri keuangan syariah di Indonesia dan ALAMI pada khususnya, untuk terus memperluas kualitas layanan kepada masyarakat lewat penambahan talent, serta memperkuat struktur operasional perusahaan, dan adaptasi teknologi yang lebih berkembang. (*)

 

Reporter: Aldiansyah Nurrahman Editor: Achi Hartoyo