Sabtu, 28 Januari 2023
07 Rajab 1444 H
Home / Ziswaf / Perpres KNEKS Sah, Kini Ziswaf Lebih Diperhatikan Pemerintah
Dengan adanya Perpres yang baru sektor zakat, infak, walaf dan sedekah (Ziswaf) akan lebih diperhatikan pemerintah.

Sharianews.com, Jakarta ~ Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 28 Tahun 2020 tentang Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) telah sah menggantikan Perpres sebelumya Nomor 91 Tahun 2016 tentang Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS).

Analis Utama Divisi Dana Sosial Keagamaan Direktorat Keuangan Inklusif, Dana Sosial Keagamaan, dan Keuangan Mikro Syariah KNEKS, Muhammad Faris Afif mengatakan, dengan Perpres yang baru sektor zakat, infak, walaf dan sedekah (Ziswaf) akan lebih diperhatikan pemerintah.

“Perpres terbaru itu menyatakan bahwa lingkupnya KNEKS itu ada empat, yakni pengembangan industri halal, pengembangan industri keuangan syariah, pengembangan dana sosial syariah, dan pengembangan kegiatan usaha syariah,” jelasnya menegaskan kepada Sharianews.com, di Jakarta, Senin (9/3).

Empat hal itu menunjukan bahwa pemerintah memang fokus untuk mengembangkan ekositem keuangan syariah di Indonesia. Ziswaf masuk di dalamnya yang termasuk pengembangan dana sosial syariah.

Sebagai katalisator, saat ini, KNEKS bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) dan Kementerian Agama (Kemenag) mengawal RUU 23 tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat. KNEKS memastikan bahwa RUU tersebut masuk Program Legislasi Nasional (Prolegnas).

Lebih lanjut, Faris mengungkapkan, dengan Perpres KNEKS, Wakil Presiden Ma’ruf Amin kini bertugas sebagai Ketua Harian KNEKS. Keberadaan Ma’ruf membuat koordinasi seluruh anggot komite di KNEKS lebih sering.

Anngota komite KNEKS terdiri dari Menko Perekonomian, Menko PMK, Menko Kemaritiman dan Investasi, Menteri Agama, Menteri Perindustrian, Menteri PPN/Kepala Bapennas, Menteri BUMN, Menteri Koperasi dan UKM, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Menteri Perdagangan, Ketua Dewan Komisioner OJK, Gubernur BI, Ketua Dewan Komisioner LPS, Ketua MUI, dan Ketua Kadin. (*)

 

Reporter: Aldiansyah Nurrahman Editor: Achi Hartoyo

Tags: