Sabtu, 8 Agustus 2020
19 Thu al-Hijjah 1441 H
Home / Haji umrah / Perlengkapan Haji 2020 Sudah Terlanjur Dibagikan
Foto dok. Kemenag
Pemerintah dan Bank Penerima Setoran Biaya Perjalanan Ibadah Haji (BPS BIPIH) sebenarnya telah menyiapkan perlengkapan dan suvenir bagi jemaah haji yang telah melakukan pelunasan.

Sharianews.com, Jakarta - Pemerintah telah memutuskan membatalkan penyelenggaraan haji 1441H/2020M. Namun, pemerintah dan Bank Penerima Setoran Biaya Perjalanan Ibadah Haji (BPS BIPIH) sebenarnya telah menyiapkan perlengkapan dan suvenir bagi jemaah haji yang telah melakukan pelunasan.

Kasubdit Dokumen dan Perlengkapan Haji Reguler Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kementerian Agama Nasrullah Jasam menerangkan bagi jemaah haji yang telah menerima suvenir haji dari BPS BIPIH pada tahun 1441H/2020M ini tidak akan mendapatkan lagi suvenir pada musim haji tahun 1442H/2021 M yang akan datang. Masing-masing jemaah menerima perlengkapan dan suvenir antara lain kain ihram, mukena serta kain batik haji.

“Kami berkoordinasi dengan pihak BPS BIPIH, sesuai KMA 494 Tahun 2020, jemaah yang sudah mendapatkan perlengkapan haji tahun ini tidak akan mendapatkan lagi di tahun berikutnya,” kata Nasrullah saat Konsinyering Dokumen Pasca Pembatalan Keberangkatan Jemaah Haji di Bekasi, Jumat (3/7).

Sementara itu, untuk jemaah haji yang sudah mendapatkan suvenir kemudian meninggal dunia, ia menjelaskan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan pihak BPS BIPIH. Prinsipnya jika jemaah tersebut meninggal dunia kemudian porsinya dilimpahkan kepada ahli warisnya yang berbeda jenis kelaminnya dan sudah tentu suvenir hajinya juga berbeda, akhirnya disepakati suvenirnya dapat diganti.

Misalnya, jemaah haji yang meninggal adalah laki-laki dan ahli waris penggantinya berjenis kelamin perempuan, maka disepakati yang kain ihramnya diambil dan digantikan dengan mukena.

“Lalu, untuk gelang jemaah, prinsipnya sudah jadi semua. Tinggal ditulis nama, kloter dan tahun keberangkatannya, itupun tergantung dengan Nota Kesepahaman penetapan kuota jemaah haji oleh Arab Saudi. Tergantung situasi apakah kuota masih 221 ribu atau bertambah atau juga bisa jadi berkurang,” imbuhnya.

Terkait dengan dokumen-dokumen perjalanan haji, Nasrullah menyampaikan Kementerian Agama akan menyiapkan video tutorial alur penyelesaian dokumen haji dengan e-visa. Tutorial ini selanjutnya akan dibagikan ke seluruh Kantor Wilayah Kemenag dan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kota.

“Maka kita buat semacam video tutorial juknis penyelesaian alur dokumen dengan e-visa,” pungkasnya.

Rep. Aldiansyah Nurrahman