Senin, 17 Juni 2019
14 Shawwal 1440 H
Home / Lifestyle / Perjuangan Dakwah Ustaz Arifin Ilham
Dok/Foto Okezonenews.
Dengan ciri khas tausiyahnya yang seringkali dipadukan dengan zikir, safari dakwahnya mampu menembus penjuru Indonesia atau kurang lebih di 512 kabupaten/kota.

Sharianews.com, Siapa yang tak kenal dengan sosok guru besar, yang menjadi salah satu panutan umat muslim Indonesia dia adalahMuhammad Arifin Ilham.

Dengan ciri khas tausiyahnya yang seringkali dipadukan dengan zikir, safari dakwahnya mampu menembus penjuru Indonesia atau kurang lebih di 512 kabupaten/kota.

Menyingkap perjalanan singkat dakwah islamiyah Kh Arifin Ilham, ternyata sudah dimulai sejak tahun 1986, saat berusia 16 tahun. Dalam artian usia dakwahnya sudah lebih dari 30 tahun hingga saat ini.

Pada usia 16 tahun itu, Pimpinan Majelis Az-Zikra Bogor ini masih bersekolah di Madrasah Aliyah Pondok Pesantren Asy-Syafiiyah Jakarta.

Yang kemudian dilanjutkan dengan memperoleh gelar sarjananya di Universitas Nasional (Unnas) untuk jurusan Hubungan Internasional. Di sanalah sarana dakwahnya semakin melebar.

Seiring perjalananya, ia pun mendirikan Majelis Az-Zikra. Sebuah pesantren yang berlokasi di kawasan Gunung Sindur, Kabupaten Bogor.

Kesejukkan dan kesantunan ceramah-ceramahnya itulah yang membuat dirinya selalu diterima di tengah kaum muslimin.

Beberapa hal yang seringkali menjadi muatan ceramahnya, yakni ia selalu mengajak dan memperingatkan para jamaah untuk terus menghidupkan tujuh sunah Rasulullah Saw.

“Ayo, ikhwah fillah, kita berlomba-lomba menghidupkan tujuh sunnah Rasulullah Saw, yakni shalat fardhu lima waktu berjamaah di Masjid, qiyamullail, shalat sunnah Dhuha, puasa Senin-Kamis, tadabbur Quran, menjaga wudhu dan rajin bersedekah,” tuturnya dalam berbagai kesempatan ceramahnya.

Sebagaimana yang disampaikan, Kh Arifin Ilham selalu berupaya menjaga wudhu di mana pun ia berada. Begitupula ibadah sunah salat Dhuha, di manapun ia berada tidak pernah ketinggalan, termasuk ketika berada di bandara.

Terlebih urusan urusan Al-Qur’an, ia pun selalu mendawamkan tadarus serta tadabur Quran. Menurutnya, setiap surat dalam kitab suci Al-Qur’an merupakan vitamin yang harus selalu dikonsumsi oleh umat muslim.

Meskipun dirinya termasuk orang yang sangat dihormati, kesantunan dan sikap rendah hati membawanya untuk selalu menghormati siapapun, khususnya para ulama.

Kerap kali dalam berbagai kesempatan, ia memanggungkan ustaz-ustaz muda, dan mengambil peran penting dalam menjadi mediator antara ulama dan pemerintah pada saat-saat hubungan ulama dan umara itu mengalami ketegangan.

Hingga saat ini, segala kebaikan dan jasa-jasanya akan selalu membekas di hati umat muslim, sekalipun telah berpulang ke Rahmatullah. Semoga Allah mengampuni segala dosanya dan ditempatkan di tempat paling baik di sisiNya.

 

Reporter: Fathia Rahma Editor: Munir Abdillah