Rabu, 19 Februari 2020
25 Jumada al-akhirah 1441 H
Home / Ziswaf / Peringati Hari Pers, Dompet Dhuafa Ajak Entaskan Kemiskinan
Sebagai corong berita, pers memiliki peran penting dalam kehidupan bernegara

Sharianews.com, Jakarta ~ Sebagai bagian dari lembaga filantropi yang cukup dekat dengan dunia pers, Dompet Dhuafa tidak ingin melewatkan momen peringatan Hari Pers Nasional (HPN) yang jatuh setiap tanggal 9 Februari.

Direktur Eksekutif Dompet Dhuafa, Imam Rulyawan mengatakan, sebagai corong berita, pers memiliki peran penting dalam kehidupan bernegara. Ia tidak hanya hadir dalam fungsi penyiaran, tetapi perannya bisa sampai pada ranah kemanusiaan.

“Dalam konteks kebaikan, pers juga memerankan peranan sentral dalam mendorong dan menghimpun gerakan kebaikan masyarakat,” ujarnya menegaskan, Senin (10/2).

Keberadaan media cetak, eletronik, dan online berkembang pesat seiring dengan perkembangan kehidupan masyarakat Indonesia. Hal ini terjadi berkat sentuhan teknologi canggih, seiring kian modernnya proses kerja para jurnalis.

Para insan pers dalam menjalani tugas harus berpegang teguh dengan kode etik dan Undang-Undang Pers, yang menjadi rambu dan landasan hukum. Namun, selain kedua payung hukum tersebut, sentuhan baru berupa paham jurnalisme kenabian (jurnalisme profetik) diharapkan menjadi acuan bagi para insan pers, dalam proses kerja jurnalistik.

Jurnalisme profetik merupakan genre jurnalisme yang diperlukan Indonesia dan bahkan dunia saat ini. Ketika kebebasan berekspresi dapat dilakukan dengan sangat cepat dan menjangkau seluruh jagat oleh siapa pun hampir tanpa batas terkait kemajuan teknologi informasi dengan segala dampak positif dan terutama negatifnya, termasuk penyebaran narkoba, pornografi, dan terorisme.

“Wartawan dan media massa mengemban tugas mulia, tugas kenabian untuk menyampaikan kabar gembira dan peringatan (agar manusia melakukan amar makruf dan nahi munkar). Jurnalisme profetik adalah jurnalisme kenabian. Maksudnya, jurnalisme yang meneladani akhlak dan perilaku mulia para nabi dan rasul. Saya sangat berharap generasi wartawan saat ini menerapkan jurnalisme profetik saat menjalani tugasnya,” papar Imam.

Di sisi lain, kiprah insan pers dalam pemberitaan di bidang kemanusiaan turut berkontribusi membangun nilai-nilai kepedulian kepada khalayak masyarakat. Ia mengungkapkan, Dompet Dhuafa, lembaga zakat yang bergerak dalam bidang kemanusiaan ini lahir dari gagasan beberapa Tokoh Pers Nasional.

“Pers sangat diperlukan untuk menyampaikan informasi dan melakukan edukasi sehingga masyarakat menjadi cerdas. Pers juga memiliki peran untuk menginspirasi masyarakat dengan nilai-nilai kepedulian dan solidaritas kemanusiaan. Pers berkontribusi dalam mewujudkan masyarakat sejahtera yang penuh keharmonisan,” ucap Imam.

Hingga saat ini, pers mempunyai peranan sentral dalam mengungkap persoalan kemiskinan sehingga mendapat perhatian dan menjadi prioritas penanganannya. Misalkan, adanya bencana kelaparan, busung lapar dan gizi buruk, sulitnya mengakses modal usaha dan bantuan pemerintah yang berorientasi penanggulangan kemiskinan, lemahnya pelayanan di bidang kesehatan dan pendidikan, permukiman kumuh, tingkat pengangguran begitu tinggi serta perlakuan tidak adil terhadap buruh yang dialami warga miskin.

Peranan pers tersebut, mendorong Dompet Dhuafa untuk sigap bertindak dalam mengentaskan kemiskinan seiring capaian SDG’s pemerintah melalui lima pilar program yaitu pendidikan, kesehatan, ekonomi, sosial, dakwah dan budaya. (*)

 

Reporter: Aldiansyah Nurrahman Editor: Achi Hartoyo