Sabtu, 4 April 2020
11 Sha‘ban 1441 H
Home / Ziswaf / Peringatan Hari Kanker Anak Sedunia, Orang Tua Harus Proaktif
Berdasarkan data WHO, lebih dari 150.000 anak di seluruh dunia terdiagnosa penyakit mematikan itu. Mayoritas berasal dari negara berpenghasilan rendah dan menengah.

Sharianews.com, Jakarta ~ Meningkatnya kasus penyakit kanker pada anak harus diwaspadai oleh siapa saja, khususnya orang tua. Peringatan hari kanker anak sedunia yang jatuh setiap 15 Februari setiap tahunnya, dimaknai oleh aktivis kanker dengan beragam kegiatan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dan dimaksudkan agar dunia termasuk Indonesia bisa menekan penyakit ini.

PT Espay Debit Koe (Dana) bersama Dompet Dhuafa melalui program “Peduli Kanker Anak Indonesia” memberikan bantuan biaya berobat dan biaya hidup bagi pasien kanker anak, sekaligus memberikan hiburan dengan berkeliling Seaword Ancol, Jakarta, Minggu (16/02).

Berdasarkan data WHO, lebih dari 150.000 anak di seluruh dunia terdiagnosa penyakit mematikan itu. Mayoritas berasal dari negara berpenghasilan rendah dan menengah.

"Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan hiburan, edukasi, dan meringankan beban para anak penderita kanker dan keluarganya yang terus berikhtiar untuk sembuh dari penyakit kanker. Sebanyak 50 anak dan pendamping mengikuti acara," ucap perwakilan Dompet Dhuafa, Mustaqi.

Hari Kanker Sedunia dibentuk oleh Union for International Cancer Control (UICC) untuk mendukung Deklarasi Kanker Dunia yang dibuat pada tahun 2008. Tujuan utama dari Hari Kanker Anak Sedunia adalah untuk menurunkan angka kesakitan dan kematian akibat kanker secara signifikan pada tahun 2020.

Selain itu, hari kanker sedunia bertujuan untuk memberikan dukungan bagi pejuang kanker. Peran orang tua sangat penting dalam membantu mendeteksi gejala kanker pada anak. Hal ini disebabkan kanker pada anak sangat sulit dideteksi, berbeda dengan kanker pada orang dewasa.

Kanker pada anak sulit diketahui karena anak belum bisa merasakan atau menceritakan keluhannya. Karenanya, orang tua dituntut proaktif terhadap gejala kanker pada anak. Dalam menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk memilih gaya hidup sehat butuh keterlibatan banyak pihak dan sinergisitas program seperti ini. Kerja sama antara pemerintah dan lembaga kesehatan swasta perlu ditingkatkan, karena target besar untuk menuju Indonesia sehat akan lebih mudah bila dijalankan bersama-sama.

Dompet Dhuafa akan terus memberikan dukungan bagi para penyintas penyakit kanker. Bentuk dukungan yang akan diberikan melalui pendekatan-pendekatan psikososial, spiritual bagi pasien, dan keluarga, serta advokasi baik kebijakan ataupun dukungan pemerintah atau instansi. Dukungan ini bertujuan agar penyintas penyakit kanker mendapatkan layanan yang mendukung kualitas hidup hingga akhir kehidupan mereka. (*)

 

Reporter: Aldiansyah Nurrahman Editor: Achi Hartoyo