Sabtu, 21 September 2019
22 Muḥarram 1441 H
Home / Keuangan / Perhimpunan BMT Indonesia Kelola Wakaf untuk Perberdayaan Umat
FOTO | Dok. bmtdt.blogspot.com
Masjid merupakan sarana fisik untuk ibadah, yang membutuhkan peran serta masyarakat untuk memakmurkannya, salah satunya melalui kegiatan pemberdayaan ekonomi umat.

Sharianews.com, Jakarta. Perhimpunan Baitul Maal wat Tamwil (BMT) Indonesia terus berupaya memberdayakan masyarakat melalui pengelolaan dana wakaf yang digabungkan dalam satu paket perbayaan, yakni wakaf untuk pembangunan masjid sekaligus penyaluran wakaf dalam pengembangan usaha koperasi syariah. 

Muhammad Ridwan, Direktur Perhimpunan BMT Indonesia menjelaskan masjid dan koperasi syariah itu satu paket. Masjid merupakan sarana fisik untuk ibadah, yang membutuhkan peran serta masyarakat untuk memakmurkannya, salah satunya melalui koperasi syariah sebagai usaha dan program permberdayaan ekonomi umat untuk memakmurkan jamaahnya.

Lebih lanjut, Ridwan menceritakan bahwa Perhimpunan BMT ndonesia yang dipimpinnya saat ini memiliki anggota aktif sebanya 326 BMT di seluruh Indonesia. Salah satu kegiatannya adalah memberdayakan wakaf, yang antara lain sudah dilakukan untuk penangangan korban bencana seperti di Lombok dan Palu.

Mengaca pada pengalaman yang sudah dilakukan dalam penanganan korban musibah bencana, maka seletah tahap asessment, dan pemberian bantuan kedaruratan usai, masyarakat membutuhkan upaya lanjutan berupa pemberdayaan.

“Sekarang kami lakukan pemberdayaan masyarakat. Itu kita satukan renovasi masjid yang rusak akibat gempa. Di Lombok misalnya, ada 55 masjid dan Palu ada kurang lebih 50 masjid. Jadi selain kita bantu perbaiki masjidnya melalui dana wakaf, sekaligus juga kita membangun koperasi syariah-nya sebagai sarana pemberdayaan masyarkat sekitar,”tutur Ridwan di Jakarta.

Menurut Ridwan, program wakaf masjid dan koperasi syariah ini sudah berjalan di beberapa daerah baik di Lombok maupun di Palu. Di Lombok misalnya, Perhimpunan BMT Indonesia telah berhasil mendirikan Koperasi Syariah atau BMT Tunas Harapan Syariah, Lombok Timur.

Dari kegiatan ini, BMT Tunas Harapan Syariah, berhasil memberdayakan 100 anak muda yang sebelumnya masih menganggur. “Lewat BMT Tunas Harapan Syariah anak-anak muda yang tidak memiliki pekerjaan bisa diberdayakan,”ungkap Ridwan.

Ridwan menjelaskan, beberapa kegiatan yang bisa dikembangkan sesuai dengan skill dan keterampilan mereka. Misalnya dengan membuka usaha pencucian motor dan mobil. Disediakan alatnya dan diberi pendampingan, sehingga anak-anak yang tadinya menganggur ini bisa mendapatkan penghasilan dari Rp 100 ribu - Rp 200 ribu setiap harinya. (*)

Reporter: Aldiansyah Nurrahman Editor: Ahmad Kholil