Jumat, 22 Maret 2019
16 Rajab 1440 H
x
Gubernur NTB sedang menandatangani prasasti pembangunan sekolah. (Dok/Foto Dompet Dhuafa)
Sebelumnya bangunan sekolah tersebut hanya berupa sekolah darurat dengan bangunan seadanya selama kurun tiga bulan.

Sharianews.com, Lembaga filantropi Dompet Dhuafa dan para donatur meresmikan bangunan baru Yayasan Pondok pesantren Tarbiyatul Islamiyah yang lebih layak dan permanen pada Senin (11/3/19).

Rangkaian peresmian dimeriahkan dengan penampilan kesenian dari siswa-siswi Tarbiyatul Islamiyah dan pelantunan ayat suci Al-Qur’an. Lalu peresmian dilanjutkan dengan penandatanganan pihak Dompet Dhuafa , tarbiyatul Islamiyah serta Gubernur NTB yang kemudian secara simbolis membuka tirai gambar bangunan baru.

Sebelumnya bangunan sekolah tersebut hanya berupa sekolah darurat dengan bangunan seadanya selama kurun tiga bulan. Pembuatan sekolah darurat tersebut merupakan bentuk aksi cepat tanggap untuk memfasilitasi anak-anak agar tetap bersekolah paska gempa Lombok yang terjadi hampir setahun lalu.

Gempa yang berhasil meratakan ribuan bangunan dengan tanah, termasuk bangunan sekolah membuat ratusan murid mengalami kesulitan dalam menempuh pendidikan. Salah satunya adalah Adi, siswa kelas 12 Sekolah Pondok Pesantren Tarbiyatul Islamiyah.

“Tidak jauh dari sekolah, rumahku juga rata karena gempa itu. Sekolah ini juga, padahal satu tahun lagi kelulusan. Selain rusak, kami semua juga khawatir bangunan sekolah yang tersisa akan rubuh jika masih digunakan untuk kegiatan belajar mengajar. Kami tidak semangat dan sedih waktu itu,” ujar Adi pada Rabu  kemarin (13/3).

Namun setelah didirikannya sekolah darurat yang kini telah direnovasi dan diresmikan menjadi sekolah permanen yang jauh lebih layak, masyarakat mengaku gembira dan terbantu dengannya. Kini Tarbiyatul Islamiyah memiliki sebuah aula, rumah santri, masjid yang lebih besar serta bangunan kelas baru dengan desain ramah gempa dan tradisional.

Dalam sambutannya, Hambali, ketua Yayasan Pondok Pesantren Tarbiyatul Islamiyah mengungkapkan rasa syukur dan mengingat bahwa sebelumnya sekolah tersebut hanya pesantren yang apa adanya. Kemudian datang gempa dahsyat, terjadi guncangan semalaman suntuk yang menyebabkan orang-orang menyelamatkan diri hingga ke gunung.

“setelah itu ternyata ada malaikat yang mengirimkan orang-orang baik melalui Dompet Dhuafa untuk Lombok. Tidak pernah kami bayangkan. Kini Tarbiyatul Islamiyah memiliki aula, masjid besar, dengan bangunan kelas baru. Kebahagiaan kami hari ini adalah bentuk terimakasih dari masyarakat Medana khususnya untuk pada donatur,”tutur Hambali.

Selain itu, bambang Suherman, Direktur Program Dompet Dhuafa dalam sambutannya meyakinkan bahwa Dompet Dhuafa masih tetap geriliya untuk pemulihan paska bencanayang terjadi di Lombok bulan Juli hingga Agustus 2018 lalu.

Ia mengakui bantuan ini juga merupakan bentuk mandat dari para donatur melalui Dompet Dhuafa untuk menyampaikan dana terkelola agar bertambah luas manfaatnya.

“Belum selesai Dompet Dhuafa untuk Lombok terutama pada tahap recovery ini juga dalam rangka meningkatkan taraf hidup masyarakat. Selain bidang pendidikan disini, pun terdapat klinik kesehatan gratis berupa kapal cepat di pesisir. Demikian pula program ekonomi pemberdayaan lainnya,” gagas Bambang Suherman.

 

Reporter: Fathia Editor: Munir Abdillah