Senin, 17 Juni 2019
14 Shawwal 1440 H
Home / Ekbis / Perdagangan Emas Syariah Tinggal Menunggu Bappebti
FOTO | dok.romy.sharianews.com
Komoditas yang menjadi primadona pada tahun 2019 ini ialah emas. Kenapa? Karena bursa komoditas emas merupakan komoditas dunia.

Sharianews.com, Jakarta Bursa Berjangka Jakarta (BBJ) dalam waktu dekat BBJ akan merilis kontrak berjangka emas syariah.

Direktur utama PT. Bursa Berjangka Jakarta, Stephanus Paulus Lumintang mengatakan hanya tinggal penyempurnaan minor dan menunggu persetujuan dari Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) secara resmi.

"Kontrak emas syariah hanya tinggal penyempurnaan minor, tetapi kami belum bisa melakukan sosialisasi sebelum kontrak ini disetujui oleh Bappebti secara resmi," ujar Paulus dalam pemaparan Market Review 2018 dan Outlook 2019 di Jakarta, Rabu (9/1).

"Kalau bisa di Januari, supaya saya bisa sosialisasi di Februari, dan saya akan soft launch sebelum puasa dan grand launch pada saat bulan Ramadan. Jadi saya merasakan pada bulan yang penuh hikmat dengan kontrak yang bermartabat," ujar Paulus.

Lebih lanjut dikatakan oleh Paulus, komoditas yang menjadi primadona pada 2019 ini ialah emas. Karena bursa komoditas emas merupakan komoditas dunia.

"Kenapa tidak oil, kenapa tidak kopi, kenapa tidak kakao, kenapa tidak karet, karena emas merupakan komoditas global karena setiap individual orang tahu, beda dengan oil karena hanya orang-orang tertentu yang tahu," sambung Paulus.

Kontrak emas yang cukup fluktuatif sepanjang 2018 menjadi pendorong ramainya transaksi kontrak berjangka emas di Bursa Berjangka Jakarta.

"Khususnya di akhir tahun lalu, before chrismast hingga akhir tahun volatilitas emas pergerakannya sangat begitu cantik dansanya," ujar Paulus.

Sedangkan tahun 2019 yang baru berjalan seminggu lebih ini kontrak berjangka emas diproyeksikan masih akan ramai di kuartal pertama.

"Saya perkirakan untuk perdagangan emas volatilitasnya masih akan terus ramai di kuartal pertama," lanjut Paulus. (*)

Reporter: Romy Syawal Editor: Achi Hartoyo