Sabtu, 8 Mei 2021
27 Ramadan 1442 H
Home / Keuangan / Percepat Pemulihan Ekonomi Daerah, Ini Peran yang Bisa Dilakukan Bank Syariah
Ketua DPW IAEI Riau Zulkifli
Ada tiga pokok pikiran yang ia sampaikan yang bisa dilakukan perbankan syariah

Sharianews.com, Jakarta - Percepatan pemulihan ekonomi daerah saat pandemi Covid-19 terus diupayakan. Lembaga keuangan syariah dinilai mampu memberikan pengaruhnya untuk pemulihan ekonomi daerah di tengah pandemi.

Seperti yang disampaikan, Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Ikatan Ahli Ekonomi Islam (IAEI) Riau Zulkifli. Ia mengatakan perbankan syariah berperan dalam percepatan pemulihan ekonomi daerah di zaman Covid-19.

Ada tiga pokok pikiran yang ia sampaikan yang bisa dilakukan perbankan syariah. Pertama, memberikan kemudahan pembayaran angsuran kepada kepada mudharib atau nasabah dengan menggunakan akad murabahah, ijarah, dan musyarakah mutanaqisah.

Kemudian yang kedua, dengan memanfaatkan dana Tanggung jawab Sosial Perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR) sebaik mungkin.

“Kita berharap, CSR diperbankan syariah dapat digunakan dengan semaksimal mungkin, yaitu dialokasikan kepada mudharib atau nasabah yang terkena pandemi bila dia melakukan pembiayaan kepada perbnkan syariah,” jelasnya, dalam bincang virtual yang diselenggarakan IAEI, Selasa (04/05).

Lalu yang terakhir atau ketiga, perbankan syariah menetapkan dana kebajikan atau mendistribusikan dana kebijakan yang bersumber dari denda telat bayar dialokasikan kepada nasabah yang terdampakJakarta - Percepatan pemulihan ekonomi daerah saat pandemi Covid-19 terus diupayakan. Lembaga keuangan syariah dinilai mampu memberikan pengaruhnya untuk pemulihan ekonomi daerah di tengah pandemi.

Seperti yang disampaikan, Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Ikatan Ahli Ekonomi Islam (IAEI) Riau Zulkifli. Ia mengatakan perbankan syariah berperan dalam percepatan pemulihan ekonomi daerah di zaman Covid-19.

Ada tiga pokok pikiran yang ia sampaikan yang bisa dilakukan perbankan syariah. Pertama, memberikan kemudahan pembayaran angsuran kepada kepada mudharib atau nasabah dengan menggunakan akad murabahah, ijarah, dan musyarakah mutanaqisah.

Kemudian yang kedua, dengan memanfaatkan dana Tanggung jawab Sosial Perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR) sebaik mungkin.

“Kita berharap, CSR diperbankan syariah dapat digunakan dengan semaksimal mungkin, yaitu dialokasikan kepada mudharib atau nasabah yang terkena pandemi bila dia melakukan pembiayaan kepada perbnkan syariah,” jelasnya, dalam bincang virtual yang diselenggarakan IAEI, Selasa (04/05).

Lalu yang terakhir atau ketiga, perbankan syariah menetapkan dana kebajikan atau mendistribusikan dana kebijakan yang bersumber dari denda telat bayar dialokasikan kepada nasabah yang terdampak Covid-19.

Rep. Aldiansyah Nurrahman

Tags: