Kamis, 24 September 2020
07 Ṣafar 1442 H
Home / Keuangan / Percepat Konversi Pinjaman Mikro di Aceh, BRI Syariah Manfaatkan i-Kurma
Dengan adanya i-Kurma, permohonan pembiayaan mikro bisa selesai dalam satu hari saat dokumen yang diperlukan dinyatakan lengkap.

Sharianews.com, Aceh ~ Penerapan Qanun Lembaga Keuangan Syariah (LKS) telah diundangkan pada Desember 2018.

Sebagai implikasi dari Qanun LKS tersebut, Pemerintah Provinsi Aceh merencanakan penutupan akses bagi lembaga keuangan dan perbankan nonsyariah yang ada di Aceh.

Qanun tersebut mewajibkan seluruh lembaga keuangan untuk beroperasi dengan menggunakan prinsip syariah, termasuk bank. BRI Syariah bersama BRI mendukung pelaksanaan qanun ini.

Dengan adanya Qanun LKS, masyarakat diimbau untuk memindahkan simpanan dan pinjamannya ke bank syariah. Konversi masih bisa dilakukan hingga akhir 2021.

Namun, bagi nasabah yang pinjamannya mendekati masa jatuh tempo dapat di-take over mulai tahun ini. BRI Syariah sudah mulai menerima take over pinjaman nasabah BRI sejak pertengahan tahun 2019.

“Syarat take over antara lain, calon nasabah merupakan nasabah existing di BRI (perpanjangan) dan nasabah dalam kondisi lancar pada saat dilakukan konversi. Layanan ini tersedia di kantor jaringan BRI,” ujar Sekretaris Perusahaan BRI Syariah Mulyatno Rachmanto, dalam keterangan tertulis, Selasa (10/12).

Untuk mempercepat proses konversi, BRI Syariah meluncurkan i-Kurma (Kemaslahatan Untuk Raykat Madani) pada 17 November 2019. i-Kurma, merupakan aplikasi digital internal business process BRIsyariah yang berguna untuk memroses permohonan pembiayaan. i-Kurma akan mempercepat proses pencairan pembiayaan mikro.

Selama ini, proses bisnis pembiayaan mikro membutuhkan waktu kurang lebih selama sembilan hari. Dengan adanya i-Kurma, permohonan pembiayaan mikro bisa selesai dalam satu hari saat dokumen yang diperlukan dinyatakan lengkap.

“Untuk meningkatkan kecepatan dan ekspansi telah dilakukan perbaikan dengan proses digitalisasi yang kami sebut i-Kurma. Proses ini merupakan langkah awal BRI Syariah menuju transformasi,” lanjut Mulyatno.

BRI Syariah bersama BRI bersinergi penuh untuk mendukung Qanun LKS. “Kami akan memberikan layanan terbaik bagi nasabah yang ingin memindahkan simpanan maupun pinjamannya. i-Kurma merupakan aplikasi yang kami rancang agar konversi pembiayaan dapat diproses dengan cepat. Harapan kami, nasabah BRI yang memindahkan pinjamannya kepada BRIsyariah akan merasa nyaman, karena prosesnya mudah dan cepat,” tutur Mulyatno.

Selain konversi, aplikasi i-Kurma juga dapat digunakan untuk memroses pengajuan pembiayaan baru. Masyarakat yang tertarik mengajukan pembiayaan mikro diharapkan memenuhi persyaratan dokumen antara lain: aplikasi permohonan, indentitas diri dan pasangan (jika telah menikah), KTP elektronik, copy NPWP, fotokopi KK / surat nikah dan Surat Izin Usaha Mikro dan kecil (IUMK) atau Surat Ijin/Keterangan Usaha dari pemerintah setempat.

Pembiayaan ini ditujukan untuk masyarakat yang merintis usaha produktif berupa usaha mikro, kecil, menengah, dan telah menjalani usahanya minimal enam bulan. Sektor penyaluran pembiayaan mikro BRIsyariah meliputi perdagangan, pertanian dan kehutanan. (*)

Reporter: Aldiansyah Nurrahman Editor: Achi Hartoyo

Tags: