Minggu, 17 Oktober 2021
11 Rabi‘ al-awwal 1443 H
Home / Keuangan / Perbankan Syariah Lebih Solid dan Stabil Saat Pandemi
Perbankan syariah merupakan salah satu energi baru ekonomi Indonesia

Sharianews.com, Jakarta - Direktur Utama BNI Syariah Abdullah Firman Wibowo mengatakan perbankan syariah merupakan salah satu energi baru ekonomi Indonesia.

“Perbankan syariah berkomitmen menunjang pelaksanaan pembangunan nasional dalam rangka meningkatkan keadilan, kebersamaan, dan pemerataan kesejahteraan rakyat,” ujarnya dalam webinar yang diselenggarakan BNI Syariah dan Keluarga Alumni Fakultas Ekonomika dan Bisnis UGM (Kafegama).

Perbankan syariah mempunyai kinerja yang lebih solid dan stabil di tengah kondisi pandemi Covid-19. Hal ini disebabkan karena operasional bank syariah didasarkan pada fiqh dan dengan akad yang sesuai dengan landasan hukum islam.  Selain itu, bank syariah juga terproteksi dari negatif spread disebabkan karena adanya natural hedging dan efisiensi dari sisi biaya dana dan yield pembiayaan yang optimal.

Terkait strategi akselerasi perbankan syariah, dalam keterangan tertuslinya (10/12), Firman menyebut ada dua hal yang harus diperhatikan yaitu inovasi digital dan kolaborasi. Hal ini karena kedepan mesin pertumbuhan tidak hanya berasal dari business driven tapi juga dari digital.

Saat ini, generasi milenial mendominasi jumlah populasi di Indonesia, sehingga dalam rangka meningkatkan kinerja dibutuhkan pengembangan digital banking untuk menyasar generasi milenial sebagai potential market perbankan syariah.

Sebagai Hasanah Banking Partner, BNI Syariah tidak hanya fokus untuk menggarap commercial finance tetapi juga social finance. Optimalisasi pembayaran zakat, infak, sedekah dan wakaf (Ziswaf) menggunakan metode digital merupakan salah satu strategi BNI Syariah untuk memberikan kemudahan sekaligus manfaat dan kebaikan bagi masyarakat.

Wakil Menteri BUMN II, Kartika Wirjoatmodjo mengatakan perbankan syariah pada 2019 mencatat pertumbuhan lebih tinggi dibandingkan dengan konvensional. “Dalam lima tahun terakhir, pembiayaan dan dana perbankan syariah Indonesia mengalami pertumbuhan sebesar 12-14 persen per tahun,” jelasnya.

Menurut Kartika, untuk mendukung pertumbuhan keuangan syariah, terdapat enam bidang yang dapat diatur pemerintah yaitu peningkatan pengawasan regulasi, menyeimbangkan perlakuan pajak, memperkuat framework kepailitan, mempromosikan standarisasi, memastikan kecukupan likuiditas, dan membangun praktik manajemen risiko yang baik.

Rep. Aldiansyah Nurrahman