Kamis, 18 Juli 2019
16 Thu al-Qa‘dah 1440 H
Home / Keuangan / Perbankan Syariah Bisa Berkontribusi Mengembangkan Wakaf
FOTO I Dok. amust.com.au
dibutuhkan aturan yang secara tegas membolehkan bank syariah untuk lebih aktif melalui wakaf uang/tunai.

Sharianews.com, Jakarta ~ Perbankan syariah bisa berkontribusi dalam mengembangkan wakaf yang ada di Indonesia. Demikian seperti yang disampaikan General Manager Funding BNI Syariah, Bambang Sutrisno.

Namun, Ia mengatakan ada beberapa hal yang dibutuhkan bank syariah agar bisa berperan aktif dalam mengembangkan sektor ini.

Pertama, dibutuhkan aturan yang secara tegas membolehkan bank syariah untuk lebih aktif melalui wakaf uang/tunai. Kedua, merevisi aturan yang sekarang berjalan, karena sudah tidak sesuai dengan perubahan zaman.

“Aturan-aturan yang sebetulnya memang sudah usang, seperti ketika orang berwakaf harus ada petugasnya, harus ada ikrar dengan petugas wakaf, dan harus hadir, sudah tidak sesuai. Kalau perkembangan sekarang, bank saja, orang tidak harus hadir. Perkembangan financial technology itu kan semuanya online,” papar Bambang, saat ditemui Sharianews.com, di Jakarta (12/3)

Peraturan itu tertera pada Undang-undang No. Tahun 2007,  Pasal 17 ayat 1 berbunyi ikrar wakaf dilaksanakan oleh wakif kepada nazir dihadapan PPA atau petugas dengan disaksikan dua orang saksi. Lalu, PP No. 42 Tahun 2006 menyatakan pasal 22 ayat 3a, bahwa wakif yang akan mewakafkan uangnya, diwajibkan untuk hadir di Lembaga Syariah Penerima Wakaf Uang (LKS-PWU) guna menyatakan kehendak wakaf uangnya kepada nazir.

Menurut Bambang, peraturan itu terlambat mengikuti perkembangan zaman yang seharusnya peraturan itu juga dibuat untuk memudahkan bank syariah atau lembaga lainnya bisa melakukan wakaf secara online.

Jika peraturan itu sudah dibenahi, Bambang mengungkapkan bisa berkontribusi besar. Berkaca dari bank syariah, kondisi wakaf saat ini serupa dengan hadirnya bank syariah sekitar 20 tahun lalu.

“Sektiar 20 tahun lalu euforia orang bicara tentang bank syariah itu seperti sekarang euforia orang bicara tentang wakaf,” imbuh Bambang.

Terlebih zaman sekarang sudah berbeda dengan zaman dulu, di mana teknologi sangat berpengaruh, sehingga wakaf bisa mengalami akselerasi. Selain itu perkembangan wakaf bisa lebih cepat daripada bank syariah dengan adanya teknologi tersebut.

Bambang menambahkan, jika dilihat dari jumlah penduduk Muslim Indonesia yang mencapai 87-90 persen dari total populasi, serta pertumbuhan kelas menengah Muslim pada 2018 yang mencapai 75 juta orang, faktor ini bisa  menjadi potensi besar bagi pertumbuhan wakaf.

“Seorang Muslim jika pemahaman Islamnya bagus, tidak hanya melihat dunia aja, pasti melihat akhirat, itu potensi kita,” pungkas Bambang. (*)

Reporter: Aldiansyah Nurrahman Editor: Achi Hartoyo