Minggu, 17 Oktober 2021
11 Rabi‘ al-awwal 1443 H
Home / Haji umrah / Penyelenggaraan Haji 2021 Dibatalkan, Kemana Uang Jemaah ?
Foto dok. Kemenag
BPKH akan mengikuti ketentuan dalam Keputusan Menteri Agama RI No. 660 Tahun 2021

Sharianews.com, Jakarta - Pemerintah mengumumkan penyelenggaraan ibadah haji tahun 1442 H/2021 M dibatalkan atau tidak diselenggarakan. 

Adapun mengenai dana calon jemaah haji, baik itu haji regular ataupun haji khusus, Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) memastikan dana calon jemaah haji aman.

Kepala BPKH Anggito Abimanyu mengatakan BPKH akan mengikuti ketentuan dalam Keputusan Menteri Agama RI No. 660 Tahun 2021 mengenai proses pengelolaan keuangan.

“Jadi perlu kami tegaskan, seluruh dana yang kami kelola aman. Dana tersebut sekarang diinvestasikan dan ditempatkan di bank-bank syariah dengan prinsip syariah,” tegasnya, dalam konferensi pers, Kamis (03/06).

Pada kesempatan itu, Anggito memaparkan bahwa pada 2020, sebanyak 196.865 jemaah haji reguler sudah melakukan pelunasan. Dana yang terkumpul semuanya, baik itu setoran awal dan setoran lunas adalah Rp7,05 triliun

Kemudiam untuk haji khusus telah melakukan pelunasan sebesar 15.084 jemaah. Dana yang terkumpul, baik itu setoran awal maupun setoran lunas sebesar 120,67 juta dolar AS.

“Tahun itu pula, ada 569 jemaah (haji reguler) yang membatalkan. Jadi hanya 0,29 persen. Kemudian yang haji khusus yang membatalkan ada 162. Jadi hanya 1 persen jemaah yang membatalkan,” tutur Anggito.

Sementara itu, Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas mengatakan, jemaah haji, baik reguler dan haji khusus yang sudah melunasi biaya perjalanan haji atau Bipih 1442 H/2021 M akan menjadi jemaah haji pada penyelenggaraan ibadah haji di 1443 H/2022 M

“Setoran pelunasan Bipih dapat diminta kembali oleh jemaah haji yang bersangkutan. Jadi, uang jemaah aman, dana haji aman, bisa diambil kembali atau bisa tetap berada di BPKH untuk kita perhitungkan jika ada pemberangkatan ibadah haji,” pungkas Yaqut.

Rep. Aldiansyah Nurrahman

Tags: