Selasa, 25 Januari 2022
22 Jumada al-akhirah 1443 H
Home / Ziswaf / Penyaluran Zakat Baznas Tingkatkan Mustahik di Atas Garis Kemiskinan
hasil kajian ini menjadi cermin bagi Baznas untuk melakukan analisis kondisi sekaligus mengevaluasi program pendistribusian dan pendayagunaan yang telah dilakukan.

Sharianews.com, JakartaBadan Amil Zakat Nasional (Baznas) dalam dua tahun ini melakukan kajian Indeks Kesejahteraan Baznas untuk mengukur dampak dari penyaluran dana zakat bagi mustahik.

Hasilnya, program pendistribusian dan pendayagunaan Baznas terbukti meningkatkan kesejahteraan mustahik dalam bidang material, spiritual, pendidikan, kesehatan dan kemandirian.

Hal tersebut disampaikan Wakil Ketua Baznas, Dr. Zainulbahar Noor dalam sambutannya di Acara Public Exspose "Indeks Kesejahteraan Baznas" yang diselenggarakan di Jakarta, Kamis (17/10). Acara yang diikuti 50 peserta dari berbagai kota ini sekaligus memperingati Hari Pengentasan Kemiskinan Internasional.

"Melalui Indeks Kesejahteraan Baznas memotret program penyaluran zakat dalam kategori baik dengan nilai 0,71. Dari sisi pendapatan, definisi baik ini berarti bahwa para mustahik yang menerima dana zakat telah berada di atas garis kemiskinan yang ditetapkan pemerintah, bahkan sebagian bisa jadi ada di atas nishab, dengan 4.000 sample mustahik yang mendapatkan pendistribusian dan pendayagunaan zakat melalui Baznas dari 140.000 mustahik penerima manfaat zakat" kata Dr. Zainulbahar Noor.

Ia mengatakan, hasil kajian ini menjadi cermin bagi Baznas untuk melakukan analisis kondisi sekaligus mengevaluasi program pendistribusian dan pendayagunaan yang telah dilakukan.

Dengan data tersebut, dapat dirumuskan kebijakan untuk memperbaiki pola program penyaluran zakat selanjutnya, sehingga manfaatnya makin besar dirasakan oleh mustahik.

"Indeks Kesejahteraan Baznas ini dibuat sebagai alat untuk mengukur kinerja program penyaluran zakat yang dilakukan Baznas sekaligus sebagai alat bagi masyarakat untuk memantau bagaimana proses penyaluran zakat Baznas selama ini," imbuhnya.

Dari hasil penelitan Baznas tersebut, diharapkan Pemerintah semakin memberikan perhatian penuh pada pelaksanaan pengumpulan zakat dari seluruh penduduk Muslim Indonesia, agar dengan demikian penerima manfaat zakat akan menjadi lebih besar, dan penanggulangan kemiskinan dapat tercapai melalui pendistribusian dan pendayagunaan zakat.

Turut hadir sebagai narasumber dalam acara tersebut, Direktur Pendistribusian dan Pendayagunaan Baznas, Irfan Syauqi Beik dan Direktur Pusat Kajian Strategis (Puskas), Mohammad Hasbi. (*)

Reporter: Romy Syawal Editor: Achi Hartoyo