Sabtu, 20 Juli 2019
18 Thu al-Qa‘dah 1440 H
Home / Lifestyle / Pentingnya Sosok Ayah Bagi Perkembangan Anak
FOTO I Dok. shutterstock.com
Irwan menyebut beberapa hal yang harus dimiliki seorang ayah.

Sharianews.com, Seminar fathering bertajuk ‘Aku Mau Ayah’ yang diisi oleh Ustaz Irwan Rinaldi Karimi, Sabtu (6/7) mengupas tentang bagaimana semestinya menjadi ayah yang baik bagi anak.

Dalam paparan pengelola rumah singgah ini, Irwan menyebut beberapa hal yang harus dimiliki seorang ayah yakni sifat pemberani, mampu memperkuat nyali setiap harinya, mampu bertanggung jawab, serta mampu menjadi yang terdepan sebagai tempat ternyaman untuk bercerita, bersandar dan berlindung.

“Selain itu yang terpenting adalah menjaga dan memberi surga untuk anak istrinya,” ujar Ustaz Irwan di kawasan Depok.

Sebagaimana kisah keteladanan Nabi Ibrahim As terhadap keluarganya, khususnya pada anaknya Ismail.

Ibrahim As merupakan sosok ayah yang sangat ditaati, disegani, disayangi oleh anaknya karena sikap yang lembut, tegas dan penuh kecintaan.

Meski begitu kecintaan yang ditorehkan tetap tidak lebih besar dari cinta pada Tuhannya. Itulah yang membuatnya mampu membawa keluarganya menuju surga.

“Tidak ada titik dalam perjalanan pengasuhan, hanya ada tanda koma. Jangan pernah menyerah dalam mengasuh anak dan jangan pernah hanya liat negatifnya anak anak,” kata dia menyampaikan pesan.

Sebab menurutnya, tugas seorang ayah tidak sebatas memberi nafkah. Lebih dari itu juga harus mampu mencintai (loving) secara sempurna, baik kepada dirinya dan juga keluarganya. Setelah mencintai tugasnya adalah coaching (melatih atau mendidik).

“Ayah akan susah menjadi model untuk anak-anak kalo ayah tidak mencintai dirinya sendiri dulu,” ujar pemain film Sang Murabbi sekaligus praktisi fathering ini.

Di tengah pembahasannya, ustaz Irwan menceritakan kisah Sardikun, seorang ayah luar biasa yang ditemukan telah meninggal dunia di gorong-gorong.

Sebelum meninggal, Sardikun sempat menuliskan surat untuk anaknya. ‘Ayah tidak pernah menyesal jadi ayah. Hidup harus berjuangkan bukan? Hidup ini adalah barisan gunung penderitaan, barisan gunung cerita yg harus didaki.’

“Selain surat, beliau juga meninggalkan amplop berisi uang, hasil berjualan, ia pun menahan lapar hanya karena agar dapat menyisihkan uang untuk anaknya yang akan masuk sekolah,” cerita ustaz Irwan.

Pada intinya ia menyampaikan, bahwa untuk membentuk sebuah negara yang hebat bermula dari pendidikan kedua orang tua di rumah terhadap anaknya. Tidak hanya sosok ibu, melainkan keterlibatan besar dari sosok ayah.

“Negara yang hebat ini adalah pembetukan dari ayah-ayah yg hebat. Jadilah pemberani, berdiri paling depan, berilah surga untuk anak dan istri. Minta maaf dan berterimakasihlah, dan jadilah ayah yang hebat. Anak kita menjadi hebat karena adanya keberkahan Allah,” tegas dia. (*)

 

Reporter: Fathia Rahma Editor: Achi Hartoyo