Minggu, 7 Juni 2020
16 Shawwal 1441 H
Home / Ekbis / Pentingnya Memperkuat Perekonomian Indonesia melalui Wisata Halal
FOTO | Dok. bi.go.id
Wisata halal menghadapi berbagai tantangan, terutama  dari sisi budaya, demografi, tujuan maupun alokasi biaya. Untuk itu diperlukan pemahaman lebih dalam dari berbagai pihak dalam pengembangannya.

Sharianews.com, Jakarta. Salah satu kunci penguatan ekonomi Indonesia, khususnya dari sisi penerimaan devisa, adalah peningkatan sektor pariwisata. Bentuk wisata yang berpotensi dikembangkan adalah wisata halal, yang sekaligus sebagai upaya untuk mendukung pengembangan ekonomi syariah.

Demikian mengemuka dalam konferensi internasional, Senin (15/10) di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB). Konferensi yang merupakan kegiatan internasional pertama di Lombok, pascagempa, itu mengusung tema, Strengthening Islamic Economy Through Halal Tourism: Challenges, Opportunities and Prospects.

Konferensi tersebut juga merupakan bagian dari kegiatan Pertemuan Tahunan IMF-Bank Dunia 2018. Sebagaimana diketahui, ekonomi dan keuangan syariah merupakan salah satu tema yang didorong Indonesia dalam Pertemuan Tahunan IMF-Bank Dunia 2018.

Hadir dalam konfrensi tersebut pembicara-pembicara ahli dari berbagai negara di bidang ekonomi syariah. Di antaranya, Prof. Dr. Humayon Dar (Saudi Arabia), Direktur Jenderal Islamic Research and Training Institute (IRTI) - Islamic Development Bank (IDB), dan Fazal Bahardeen, CEO GMTI Mastercard Crescent Rating, Singapore.

Dikutip dari siaran pers bank Indonesia, dalam diskusi tersebut, para pembicara menyatakan besarnya potensi pariwisata halal untuk dikembangkan mengingat banyaknya jumlah umat muslim di dunia.

Di sisi lain, wisata halal juga menghadapi berbagai tantangan, terutama  dari sisi budaya, demografi, tujuan maupun alokasi biaya yang dikeluarkan untuk berwisata. Untuk itu diperlukan pemahaman lebih dalam dari berbagai pihak dalam pengembangannya.

Hal lain yang mengemuka adalah bahwa wisata halal tidak dapat berdiri sendiri, namun juga menjadi bagian dari keseluruhan industri halal, yang juga mencakup sektor finansial dan pembiayaan.

Untuk itu, dari sisi Indonesia, sangat disadari pentingnya kerja sama dengan berbagai negara, pemerintah, dan pemangku kepentingan untuk mendorong pengembangan wisata halal. Kerja sama juga perlu dilakukan dengan pemangku kepentingan di daerah-daerah wisata halal.

Sebagai contoh, Lombok, yang dikenal sebagai pulau dengan 1000 masjid, memiliki potensi sangat besar untuk dikembangkan sebagai tujuan wisata halal di Indonesia.

Jumlah wisatawan yang datang ke Lombok meningkat 50 persen dari 1 juta wisatawan di tahun 2016 menjadi 1,5 juta di tahun 2017. Mayoritas wisatawan berasal dari Australia, Malaysia, Singapura dan dari beberapa wilayah di Indonesia.

Lombok telah dicanangkan sebagai The Best Destination for Halal Tourism Resort di dunia dari CNBC Indonesia di tahun 2017 dan Mastercard-Crescent Rating Global Muslim Travel Index (GMTI) tahun 2018.

Selain itu, Lombok juga berhasil mendapatkan penghargaan The World Halal Tourism dua tahun berturut-turut di tahun 2015 dan 2016 di Dubai sekaligus sebagai The World Best Halal Honeymoon Destination.

Kegiatan yang diselenggarakan di Lombok, ini diharapkan dapat menunjukkan kepada masyarakat internasional mengenai keindahan dan ketahanan Lombok, sekaligus mendukung pemulihan ekonomi Lombok. (*)

Ahmad Kholil