Sabtu, 26 September 2020
09 Ṣafar 1442 H
Home / Ziswaf / Penggunaan Jas Hujan Antisipasi Corona
FOTO I Dok. pexels.com
Butuh kesiapan tenaga kesehatan (nakes), fasilitas kesehatan (Faskes) serta rumah sakit untuk dukungan psikososial bagi masyarakat.

Sharianews.com, Jakarta ~ Penularan virus corona di Indonesia telah menarik perhatian dan keseriusan dari berbagai pihak untuk membantu mengatasi ancaman virus ini.

Peningkatan kasus yang terjadi memerlukan kesiapan tenaga kesehatan (nakes), fasilitas kesehatan (Faskes) serta rumah sakit untuk dukungan psikososial bagi masyarakat setelah World Health Organization (WHO) menetapkan virus corona sebagai pandemi global.

Pelayanan Ambulans Gawat Darurat Dinas Kesehatan DKI Jakarta, dr. Handrian Purawijaya, Sp. Em, mengatakan, dengan merebaknya virus corona, beragam cara dilakukan masyarakat untuk antisipasinya.

“Salah satunya penggunaan jas hujan sebagai APD (Alat Pelindung Diri) bila dalam keadaan mendadak, jas hujan bisa digunakan. Prinsipnya bahan yang anti air bisa, seperti mantel hujan secara teoritis bisa,” jelasnya, dalam workshop kesiapan tenaga, fasilitas kesehatan dan dukungan psikososial, yang diselenggarakan Dompet Dhuafa melalui aksi Cekal (Cegah Tangkal), di Gedung Philantrophy, Jakarta, (Kamis, 19/03).

Sementara itu, Ketua Pengurus Pusat Perhimpunan Dokter Emergency Indonesia, Moh Adib Khumaidi mengatakan, meningkatnya jumlah pasien virus corona, membuat perawat rumah sakit harus memperhatikan kebersihan dengan mengganti pakaian, saat berangkat dan pulang ke rumah.

“Sebaiknya pakaian kita ganti setelah beraktivitas di luar agar tidak menyebarkan ke keluarga terdekat,” sebut Adib.

Kemdian, Pompini Agustina dari RSPI Sulianti Saroso menambahkan, butuh peran serta masyarakat untuk sama-sama berjuang. Terutama pasien suspect corona sebaiknya mengisosali diri agar tidak terjadi kontak dengan orang lain.

“Mengimbau masyarakat ketika batuk, etika batuk dan cuci tangan. Jaga kesehatan dengan istirahat yang cukup, satu peduli dan paham. Jika kita berada di ruangan terbuka, ada cahaya matahari serta jaraknya jauh dari orang ke orang maka tidak harus menggunakan masker namun kita harus waspada. Tidak hanya tenaga medis, kita semua harus berperan,” tegas Agustina. (*)

Reporter: Aldiansyah Nurrahman Editor: Achi Hartoyo