Sabtu, 21 September 2019
22 Muḥarram 1441 H
Home / Keuangan / Pengembangan Wakaf Produktif untuk Mendorong Perekonomian Nasional
FOTO | Dok. cnbcindonesia.com
Untuk menciptakan pemerataan kesejahteraaan masyarakat, BI mendorong pengembangan produk inovasi berbasis pembiayaan dari instrumen keuangan sosial Islam seperti wakaf dan lain-lain.

Sharianews.com, Jakarta Pengembangan wakaf produktif dibutuhkan untuk mendorong perekonomian nasional, khususnya di tengah kondisi masih terbatasnya pembiayaan sosial atau Islamic Social Finance.

Terlebih jika melihat pembiayaan dan instrumen keuangan komersial berbasis perbankan dan pasar keuangan yang kian, maka sebagai negara dengan mayoritas muslim terbesar di dunia, Indonesia memiliki potensi  mampu merealisasikan wakaf produktif yang cukup besar.

Karena itu, Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI), Erwin Rijanto mengatakan sejalan dengan inovasi yang terus berkembang, instrumen-instrumen keuangan sosial Islam seperti wakaf dapat lebih diperkuat, sehingga semakin berperan dalam mendukung berbagai aktivitas produktif dan redistribusi kesejahteraan kepada masyarakat kurang mampu. 

“Dalam jangka panjang, instrumen ini diharapkan dapat mendukung pencapaian pertumbuhan Sustainable Development Goals (SDGs) seperti mengurangi kemiskinan, mengatasi kelaparan, dan meningkatkan kualitas kesehatan dan pendidikan, serta memperkecil kesenjangan sosial,”kata Erwin dalam forum diskusi 'Indonesia Sharia Economy Festival (ISEF) 2018' di Surabaya, Rabu (12/12/2018).

Pada diskusi bertajuk, 'Inovasi Wakaf untuk Kemartabatan dan Kemakmuran Bangsa' ini ia juga menyampaikan bahwa BI turut mendorong upaya pemanfaatan wakaf secara produktif yang sesuai dengan fatwa Dewan Syariah Nasional - MUI.

Lebih lanjut, dalam rilisnya di laman resmi BI, Erwin menjelaskan bahwa wakaf yang dipandang sebagai instrumen pelengkap pembiayaan pembangunan, pengembangannya secara masif diharapkan dapat mempercepat pembangunan ekonomi dan memperkuat stabilitas sistem keuangan nasional.

Langkah pengembangan wakaf

Berbagai langkah untuk mengembangkan wakaf  telah dilakukan Bank Indonesia bekerja sama dengan berbagai pihak, antara lain penyusunan dan penerbitan Waqf Core Principles (WCP) dan penerbitan Waqf-Linked Sukuk (WLS).

Erwin menuturkan, inovasi wakaf menjadi sebuah instrumen keuangan sosial syariah ini sejalan dengan pilar kedua cetak biru pengembangan ekonomi keuangan syariah, yaitu pendalaman pasar keuangan syariah.

Dalam rangka mempertahankan dan melanjutkan program pengembangan wakaf, secara implementasi, BI bekerjasama dengan Universitas Darussalam Gontor mendirikan pusat pendidikan bidang wakaf Internasional Center of Awqaf Studies (ICAST).

ICAST ini diharapkan menjadi wadah pengembangan keilmuan yang mencakup pengembangan kurikulum dan edukasi melalui program studi pascasarjana Magister Wakaf, program sertifikasi nadzir wakaf, research and development, seminar dan pelatihan, serta publikasi terkait wakaf. (*)

 

Reporter: Aldiansyah Nurrahman Editor: Ahmad Kholil