Minggu, 26 Mei 2019
22 Ramadan 1440 H
Home / Keuangan / Pengembangan Perbankan Syariah Belum Optimal
FOTO I Dok. Masyarakat Ekonomi Syariah
Aset keuangan syariah Indonesia baru mencapai 17 persen dari total aset syariah global.

Sharianews.com, Jakarta ~ Asisten Deputi Peningkatan Daya Saing Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Iwan Faidi mengatakan, pengembangan perbankan syariah di Indonesia belum optimal.

Aset keuangan syariah Indonesia baru mencapai 17 persen dari total aset syariah global. Sementara market share  industri keuangan syariah Indonesia yang mencakup industri perbankan syariah, industri keuangan nonbank syariah, dan pasar modal syariah baru mencapai 8,58 persen.

Meskipun aset dan pembiayaan perbankan syariah terus meningkat, tetapi Iwan menyampaikan pangsa pasarnya masih kecil. Pengembangan perbankan syariah di Indonesia dinilai belum optimal.

“Ini disebabkan belum selarasnya visi dan kurangnya koordinasi antar kementerian dan lembaga, keterbatasan modal dan rendahnya tingkat efisinesi skala industri, biaya perdagangan masih sangat mahal, serta kuantitas dan kualitas sumber daya manusia, serta tekonologi yang belum memadai,” papar Iwan belum lama ini.

Belajar dari pengalaman berbagai negara dalam pengembangan keuangan syariah, Iwan menyampaikan ada beberapa faktor yang menjadi kunci keberhasilan. Antara lain: adanya dukungan penuh dari pemerintah, adanya program nasional yang dicanangkan, adanya badan khusus untuk koordinasi lintas otoritas, dan fokus untuk memanfaatkan keunggulan kompetitif, serta adanya strategi nasional yang mencakup reformasi struktural pemerintah dan paradigma masyarakat.

Selanjutnya untuk mendorong lahirnya insiatif strategis dalam rangka pengembangan keuangan syariah di Indonesia, pemerintah melalui telah membetuk Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS).

Komite ini telah diluncurkan secara resmi oleh presiden pada 27 Juli 2017 lalu dan awal tahun  ini pemerintah sudah melantik jajaran manajemen KNKS.

Dengan adanya KNKS diharapkan dapat memperkuat sinergi dan koordinasi antar lembaga dalam rangaka pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia.

Ke depan, pemerintah akan terus melakukan pengembangan seperti pendalaman pasar keuangan syariah, pengelolaan riset dan edukasi. (*)

 

Reporter: Aldiansyah Nurrahman Editor: Achi Hartoyo