Selasa, 23 Juli 2019
21 Thu al-Qa‘dah 1440 H
Home / Lifestyle / Pengaruh Media Sosial Membuat Muslimah Terjebak dalam 4 Hal Ini
Muslimah Milenial (Dok/Foto Picswe.com)
Akhirnya kita konsumtif dan kebawa budaya-budaya mereka. Hingga akhirnya banyak penyakit-penyakit psikologis yang menyerang para muslimah.

Sharianews.com, Pesatnya perkembangan zaman media sosial seperti saat ini, tidak dapat dimungkiri banyak muslimah yang pada akhirnya terjebak dalam empat hal yakni fun (hiburan), food (makanan), fashion (pakaian), dan film.

Sehingga dapat mengorbankan apapun untuk memenuhinya. Bahkan rela menghabiskan waktu untuk menonton film yang secara tidak langsung menjadi tidak produktif, cenderung konsumtif terhadap budaya Barat.

Demikian yang disampaikan oleh Farah Qoonita, penulis Seni Tinggal di Bumi saat menyampaikan materi di acara Gebyar Muslimah, Minggu (13/3), Depok, Jawa Barat.

“Akhirnya kita konsumtif dan kebawa budaya-budaya mereka. Hingga akhirnya banyak penyakit-penyakit psikologis yang menyerang para muslimah,” kata Farah Qoonita.

Penyakit tersebut, lanjut Farah, salah satunya adalah Beauty Sickness atau tergila-gila dengan kecantikan. Efek dari penyakit tersebut apabila seseorang tidak merasa cantik maka akan mengalami stress. Bahkan ketika merasa tidak diterima oleh lingkungannya, ia akan mengalami sakit

“Yang namanya di media sosial instagram (ig), fashion, tubuh harus sempurna. Bahkan waktu saya SMP ada tagline yang menuliskan, ‘kalau enggak cantik enggak punya teman’. Lalu bagaimana dia mau memikirkan prestasi dan juga karir kalau yang dipikirkan hanyalah soal kecantikan,” imbuh Qoonit.

Dalam paparannya, ia mengatakan selain Beauty Sickness adapula istilah Cinderella Complex (CC) sebagai efek tersebut.

Melansir dari hellosehat.com, Istillah Cinderella Complex (CC) pertama kali dicetuskan oleh seorang terapis asal New York yang juga penulis buku ‘The Cinderella Complex’. Dia menyebutkan CC ini merupakan istilah patriarki modern yang ditemukan ketika menemui konflik mendalam pada perempuan berhubungan dengan kemandirian.

Sebagaimana cerita Cinderella, perempuan yang mengalami penyakit ini selalu mendambakan pasangan penyelamat yang dapat melindungi dan menyediakan segala kebutuhan hidupnya.

Farah melanjutkan, ketika seseorang telah mengalami CC, maka ia akan beranggapan bahwa menikah adalah tujuan dari hidupnya. Serta menganggap semua perkara akan selesai ketika sudah menemukan pasangan dan menikah dengannya.

“Atau menimbulkan efek dari cerita Cinderella itu sendiri yaitu happily (kebahagiaan). Sehingga perempuan yang masih jomblo hari ini hanya terobsesi menanti pasangan hidupnya. Ini juga yang bikin muslimah-muslimah tidak produktif dan selalu bertanya, Kapan nih pangeran berkuda putihku datang,” ujar perempuan kelulusan Universitas Padjajaran ini.

Reporter: Fathia Editor: Munir Abdillah