Rabu, 1 Februari 2023
11 Rajab 1444 H
Home / Keuangan / Pengamat: BNI Syariah dan BTN Syariah Bergerak Postif
FOTO I dok. Pasardana.com
BNI Syariah membukukan laba bersih sebesar Rp 306,6 miliar pada triwulan III 2018. Jumlah ini naik 24,3 persen dari bulan September tahun 2018 sebesar Rp 246,6 miliar.

Sharianews.com, Jakarta. Beberapa bank syariah pada kuartal tiga ini menunjukan perkembangan yang postif, seperti BNI Syariah dan BTN Syariah.

Pengamat Ekonomi Syariah Budi Asmita mengatakan perkembangan dua bank tersebut lantaran menyalurkan pembiayaan pada base Kredit Pemilikan Rumah (KPR) itu lebih banyak.

“Dari sumber pengembaliannya fix income dan memang ada jaminan KPR rumah yang dibiayai,” jelas Asmita, saat dihubungi Sharianews.com, Selasa (30/10/2018).

Sehingga ketika ada pembiayaan bermasalah atau Non Permorming Financing (NPF), mereka bisa langsung sebagai pengurang pembiayaan bermasalah.

Lebih lanjut, perempuan yang berprofesi sebagai Dosen Ekonomi Islam Universitas Muhammadiyah Jakarta menyampaikan mayoritas portofolio pembiayaannya di KPR itu, seperti BTN Syariah itu KPR pasti, sehingga banyak memberikan kredit pembiayaan rumah.

Karena rumah sudah jelas ada jaminannya. Sudah sesuai dan lebih dari nilai yang dipinjamkan, jadi ketika ada pembiayaan bermasalah, itu bisa jadi pengurangan.

BNI Syariah membukukan laba bersih sebesar Rp 306,6 miliar pada triwulan III 2018. Jumlah ini naik 24,3 persen dari bulan September tahun 2018 sebesar Rp 246,6 miliar.

Kenaikan tersebut juga diikuti dengan pertumbuhan besaran aset BNI Syariah pada triwulan III tahun 2018 yang mencapai Rp 38,9 triliun atau naik sebesar 21,5 persen secara year on year (yoy). Di aspek bisnis ini, BNI Syariah menyalurkan pembiayaan sebesar Rp 26,9 triliun atau naik 19,3 persen secara yoy.

Sementara, BTN Syariah membukukan kenaikan laba bersih sebesar Rp 344,13 miliar. Nilai tersebut naik 9,68 persen yoy dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, yang mencatatkan laba sebesar Rp313,77 miliar.

Aset BTN juga mengalami kenaikan sebesar 17,57 persen menjadi Rp 24,78 triliun dari periode yang sama tahun lalu yang senilai Rp21,08 triliun.

BTN telah menyalurkan pembiayaan senilai Rp20,84 triliun atau naik 25,99 persen secara tahunan dari posisi yang sama tahun lalu yang hanya sebesar Rp16,54 triliun (*)

Reporter: Aldiansyah Nurrahman Editor: Achi Hartoyo