Senin, 1 Juni 2020
10 Shawwal 1441 H
Home / Global / Penelitian, Turis Muslim di Jepang Belanjakan Uangnya hingga US$ 1,93 Juta pada 2020
-
Seiring dukungan dari pemerintah dan swasta di Jepang terhadap sektor wisata halal, indeks skor perjalanan ramah muslim ke Jepang pun terus meningkat.

Seiring dukungan dari pemerintah dan swasta di Jepang terhadap sektor wisata halal, indeks skor perjalanan ramah muslim ke Jepang pun terus meningkat.

Sharianews.com, Jakarta. Menurut laporan penelitian tahun 2016 oleh The Standing Committee for Economic and Commercial Cooperation of the Organization of the Islamic Cooperation (COMCEC), diperkirakan pada tahun 2020 wisatawan Muslim yang berkunjung ke Jepang mencapai kira-kira 490 ribu jiwa dan membelanjakan uangnya sekitar US$ 1,93 juta.

Sebelumnya di tahun 2015, data kunjungan wisata muslim ke Jepang berjumlah 350 ribu turis, dan hanya menghabiskan dana US$ 1,3 juta. Secara keseluruhan, wisatawan Muslim dan non-Muslim yang berkunjung ke Negeri Sakura ini pada 2020, diperkirakan akan mencapai 20 juta orang dengan total dana yang dibelanjakan sekitar US$ 28 juta.

Dilaporkan oleh The National, media daring (online) asal Uni Emirat Arab, untuk menyongsong wisatawan muslim datang ke Jepang, pemerintah Jepang telah berusaha menarik minat turis Muslim dari Timur Tengah, dengan mempermudah pengurusan visa bagi wisatawan dari beberapa negara dar Timur Tengah sejak 2015, termasuk wisatawan dari Uni Emirat Arab dan Yordania.

“Saya pikir [Jepang] telah membuka diri secara perlahan. Ada beberapa restoran yang telah  menyiapkan makanan halal untuk wisatawan muslim,” kata Shusaku Hinoki, Bagian Pariwisata dari Freeplus, perusahaan pariwisata swasta Jepang.

Selain itu, Jepang juga terus berupaya fokus meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan muslim dengan memanfaatkan even besar Olimpiade 2020. Melalui momen gelaran Olimpiade 2020 ini, pemerintah Jepang, menargetkan kenaikan kunjungan turis muslim sebesar 4 persen dari jumlah total kunjungan wisatawan pada 2016.

Untuk mengejar target kenaikan kunjungan wisatawan dari negera muslim itu, Jepang kini menawarkan akses masuk bebas visa negara-negara berpenduduk muslim seperti Indonesia, Malaysia, dan Thailand, dan negara-negara di Asia lainnya, sebagai penyumbang 65 persen dari total jumlah wisatawan muslim yang berkunjung ke Jepang.

Fasilitas pariwisata halal di Jepang

Seiring dukungan dari pemerintah dan swasta di Jepang terhadap sektor wisata halal ini, indeks skor perjalanan ramah muslim ke Jepang juga meningkat. Berdasarkan laporan Crescent Rating’s Muslim Friendly Travel Index, skor perjalanan ramah muslim pemerintah Jepang naik dari 3,9 di tahun 2013, menjadi 4,5 pada tahun 2014.

Disebutkan, TFK Corporation, penyedia jasa penerbangan di Tokyo, baru-baru ini menginvestasikan sekitar US$ 530.000 untuk menambah fasilitas di Bandara Internasional Narita untuk memenuhi standar sertifikat halal internasional, dalam penyediaan makanan selama penerbangan.

Beberapa operator wisata di Jepang juga telah secara spesifik menawarkan paket liburan dan wisata halal untuk pengunjung Muslim. Salah satunya adalah Miyako International Tourist Company, yang berbasis di kota Hiranoku di Prefektur Osaka, yang telah menawarkan tur halal sejak 2012.

Pemerintah dan biro perjalanan wisata di Jepang, bahkan kompak memahami kekhawatiran wisatawan Muslim tentang makanan halal, fasilitas ibadah, dan semua aspek lain terkait aspek kebutuhan ibadah umat muslim. Juga bagaimana agar setiap wisatawan dapat menikmati kunjungan ke masjid-masjid di Jepang dan melihat bagaimana pemandangan Islami yang ada Jepang. 

Ryoma Miyoshi, salah satu biro wisata di Jepang, dilaporkan dalam dua tahun terakhir, telah menarik 400 hingga 500 wisatawan muslim, dan berkontribusi terhadap 30 persen pemasukan dari bisnis perusahaan tersebut.

Sementara itu, perusahaan lainnya, seperti Japan Oriental Tours, telah menawarkan paket berupa "Tokyo Osaka Muslim Tour 6 Days", dengan harga mulai dari $1.200 bagi dua orang untuk lima malam akomodasi, perjalanan kunjungan ke masjid, perjalanan ke destinasi kuliner halal di Jepang.

Hatobus, operator wisata lainnya juga menawarkan paket perjalanan sehari dua kali dalam seminggu, pada hari Senin dan Jumat, untuk melayani pengunjung Muslim. “Hatobus meluncurkan tur halal pada tahun 2014,” kata Kaai Aida, humas Hatobus.

Saeed Akhtar, ketua Asosiasi Halal Nippon Asia, yang berbasis di kota Chiba dekat Tokyo, mengatakan pertumbuhan sektor halal di Jepang, semakin memudahkan wisatawan muslim untuk berkunjung ke Jepang.

Sebelum ini, menurut aeed Aklhtar, hambatan yang paling sulit bagi umat Islam saat berkunjung ke Japang adalah sulitnya mendapatkan restoran dan makanan halal. “Ibadah bukanlah masalah, karena kita bisa berdoa di mana saja,” imbuhnya.

Karena itu, banyak turis Muslim di Jepang yang harus membawa bekal makanan mereka sendiri, karena mereka kesulitan memahami apa yang tertera di label makanan itu dalam bahasa Jepang. "Sekarang hambatan-hambatan tersebut telah hilang. Para wisatawan muslim pun dengan mudah bisa mendapatkan makanan halal. Juga tempat-tempat ibadah yang mereka perlukan," kata Akhtar. (*)

 

Reporter: Emha S. Asror. Editor:Ahmad Kholil.