Rabu, 20 Januari 2021
07 Jumada al-akhirah 1442 H
Home / Keuangan / Peneliti: Industri Keuangan Syariah Harus Manfaatkan Momentum Data SGIER
Foto dok. Pexels
Gerak cepat dibutuhkan agar Indonesia tak kehilangan momentum untuk mendorong pertumbuhan industri keuangan syariah.

Sharianews.com, Jakarta - Kenaikan peringkat Indonesia dalam data The State of Global Islamic Indicator Report (SGIER) 2020/2021 harus segera direspon pelaku industri keuangan syariah di dalam negeri. Gerak cepat dibutuhkan agar Indonesia tak kehilangan momentum untuk mendorong pertumbuhan industri keuangan syariah.

Berdasarkan SGIER 2020/2021, ekonomi syariah Indonesia ada di posisi empat atau naik satu peringkat dari raihan 2019. Peningkatan ini dipicu pertumbuhan signifikan industri syariah Indonesia, yang ditunjukkan dengan masuknya seluruh sektor usaha seperti makanan, media, pariwisata, serta obat-obatan dan kosmetik halal ke deretan 10 besar dunia.

Peneliti Ekonomi Syariah dari Centre of Islamic Banking, Economics, and Finance (CIBEF) Fauziah Rizki Yuniarti mengatakan peningkatan ini harus direspon cepat oleh pelaku industri keuangan syariah di Tanah Air. Alasannya, di saat yang sama peringkat industri keuangan syariah Indonesia turun dari posisi lima ke enam.

“Penurunan sektor keuangan syariah ini kombinasi dari dua kemungkinan, karena keuangan syariah Indonesia memburuk, atau Jordan yang membaik. Bank syariah harus cepat merespon. KNEKS (Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah) sudah berupaya maksimal dalam pengembangan sektor riil halal dan berhasil,” ujar Fauziah, di Jakarta, Selasa (24/11).

Selama ini pertumbuhan dan posisi industri riil halal Indonesia sudah sangat kuat. Menurutnya, keunggulan ini harus disokong dengan kehadiran produk keuangan syariah yang bagus dan relevan dengan kebutuhan.

Kebutuhan terkait layanan keuangan syariah ini bisa terjawab dengan hadirnya bank syariah hasil merger BUMN tahun depan. Pasalnya, pasca resmi bergabung nanti, bank syariah BUMN memiliki modal kuat untuk memperbesar kemampuannya demi menjawab kebutuhan sektor riil halal.

“Pasca merger, bank syariah BUMN akan memiliki modal yang kuat untuk investasi IT infrastruktur dan pengembangan produk yang lebih murah, kompetitif dan memenuhi apa yang dibutuhkan oleh pasar, khususnya sektor riil, seperti industri makanan, wisata, obat-obatan halal,” kata Fauziah.

Terkait peringkat SGIER, dikesempatan yang berbeda Wakil Presiden Ma’ruf Amin mengungkapkan rasa syukurnya. Meski saat ini tengah dalam kondisi pandemi Covid-19, Indonesia mampu naik peringkat. Ia mengatakan keberhasilan ini harus dijadikan motivasi untuk terus memperkuat ekosistem ekonomi syariah di Indonesia agar dapat menjadi produsen halal dunia dan penggerak ekonomi nasional.

Keberhasilan ini juga dapat diraih karena kerja keras bersama seluruh pemangku kepentingan ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia. Selain adanya dukungan dan komitmen dari pemimpin tertinggi di Indonesia.

“Saya mengimbau, agar SGIE Report 2020-2021 ini dapat menjadi landasan yang kuat untuk melakukan sinergi dan kolaborasi baik di tingkat nasional maupun global yang akan membuka peluang kerja sama lebih luas lagi ke depannya di bidang ekonomi, perdagangan dan membuka peluang investasi serta pemasaran produk dan jasa halal Indonesia ke pasar global,” jelasnya menegaskan.

Rep. Aldiansyah Nurrahman