Sabtu, 20 Juli 2019
18 Thu al-Qa‘dah 1440 H
Home / Ziswaf / Pendistribusian Hewan Kurban Dompet Dhuafa Dibagi 3 Zona
Foto/dok.romy
Setiap zonasinya mencakup wilayah Jawa Barat ke atas yaitu Sumatra sampe Jawa Barat untuk zona barat, sedangkan pada zona tengah dengan cakupan dari Jawa Tengah sampai ke Jogja, dan untuk daerah zona timur ialah cakupan Jawa Timur.

Sharianews.com, Cianjur ~ GM Program Pemberdayaan Ekonomi Dompet Dhuafa, Kamaludin menjelaskan pendistribusian hewan kurban Iduladha 1440H dibagi dalam tiga zona.

"Ada zona barat, tengah, sama timur," ucapnya di saung ternak Kahadean, Cibeber, Cianjur, Jawa Barat, Rabu (10/7).

Ia merincikan, setiap zonasinya mencakup wilayah Jawa Barat ke atas yaitu Sumatra sampe Jawa Barat untuk zona barat, sedangkan pada zona tengah dengan cakupan dari Jawa Tengah sampai ke Jogja, dan untuk daerah zona timur ialah cakupan Jawa Timur.

"Sementara untuk di wilayah Indonesia Timur kita memakai atau mendistribusikan kawan kurban bentuknya sapi, kalau yang lainnya kan bentuknya doka (domba kambing)," imbuh Kamaludin.

Untuk diketahui, target di tahun 2019 ini adalah 30 ribu setara doka, dan ada juga penambahan di daerah-daerah Indonesia, seperti Bengkulu, Kalimantan Barat, dan Sorong.

"Tahun ini kita ada tiga provinsi yang baru ataupun awalnya tahun kemarin kita baru delapan belas provinsi sekarang tambah tiga provinsi," ucap Kamaludin.

Pengadaan hewan kurban yang dilakukan Dompet Dhuafa telah memenuhi standar dan mutu kualitas, termasuk juga kesehatan hewan kurban yang terseleksi oleh tim Quality Control (QC).

Melalui pendekatan pemberdayaan peternak lokal yang mandiri dan sudah melewati tahapan seleksi. Kemudian para peternak dapat memastikan kualitas hewan kurbannya lantaran ada pendampingan oleh tim program Dompet Dhuafa.

Ayi Rahmat (35), seIaku ketua kelompok Ternak Al-lkhwan menjelaskan ihwal pertemuannya dengan Dompet Dhuafa di tahun 2007, ketika ia bergabung menjadi relawan bencana longsor yang menimpa kota santri tersebut.

Hingga di 2009, ia terus berkolaborasi dengan Dompet Dhuafa sebagai mitra pendamping. la memotivasi para anggotanya, untuk menghasilkan produk pertanian unggul dan bersaing hingga lahirlah produk padi dengan kualitas tinggi khas Cianjur, juga beras hasil pertanian Gapoktan Al-lkhwan. yang kita kenal dengan nama ‘Beras Sae'.

"Berawal dari mengawal pendampingan kelompok tani beras, saya merambah ke ternak doka (domba kambing). Namun sempat gagal, karena banyak pencurian hewan ternak, dan juga warga lebih mengutamakan pertanian," ucap Kang Ayi.

Berangkat dengan 20 ekor doka dan gagal berikutnya di 2016, Dompet Dhuafa memberikan 50 ekor dan terus berkembang. Saat ini di kelompok ternak tersebut terdapat 300 ekor doka. (*)

 

Reporter: Romy Syawal Editor: Achi Hartoyo