Selasa, 20 Agustus 2019
19 Thu al-Hijjah 1440 H
Home / Lifestyle / Pencari Suaka di Gedung Eks Kodim Mengaku Kesulitan Beribadah
FOTO I Dok. medcom.id
Ketersediaan pasokan listrik dan air jauh lebih sedikit dibanding kebutuhan mereka sehari-hari.

Sharianews.com, Jakarta ~ Para pencari suaka asal Afganistan, Sudan, Iran, Somalia, Pakistan kini telah dipindah di Gedung Eks Kodim, kalideres, Jakarta Barat. Meskipun kondisinya terbilang lebih baik mereka mengaku masih mengalami kesulitan untuk melakukan ibadah salat.

Pasalnya, ketersediaan listrik dan air jauh lebih sedikit dibanding kebutuhan mereka sehari-hari. Sebagaimana yang diungkap salah satu pengungsi asal Afganistan Hasan Ali kepada sharianews, senin (22/7).

“Masalahnya itu toilet sama listrik, terus juga panas. Listrik cuma tersedia kalau malam saja. Kedua, masalahnya kurang air. Pagi-pagi kalau mau salat atau mandi seringkali airnya kurang. Jadi itu kita suka kesulitan buat wudu dan mandi,” ujar Hasan Ali

Untuk menyiasatinya, para pengungsi tersebut termasuk Hasan seringkali pergi ke toilet umum yang jaraknya sangat jauh dari tempat mereka tinggal.

“Jauh. Jadi pas sampai (tempat pengungsian) dari tempat mandi sudah keringatan lagi,” lanjut dia.

Pengungsi yang telah menetap hampir tujuh tahun ini juga mengaku tidak ingin kembali ke negara asalnya. Selain alasan keamanan, Hasan mengatakan sudah tidak memiliki apa-apa lagi di Afganistan. Seluruh harta yang ia punya termasuk rumah pun telah dijual demi mengungsi ke negara lain yang lebih aman.

“Pengennya sih nggak usah balik lagi, selain perang, kerjaan juga nggak ada, hidup di sana susah. Kita nunggu di sini sampai sukses baru pindah negara. Emang nggak enak juga Karena sekarang nggak bisa kerja, cuma beraktivitas gitu-gitu aja,” ujarnya sembari menyebutkan aktivitas sehari-harinya cenderung monoton.

Sama halnya dengan Hasan, warga Afganistan lainnya juga berharap dengan kondisinya yang seperti itu, pengungsi segera mendapatkan kejelasan.

“Kita maunya sih dapat posisi ya. Sudah hampir tujuh tahun di sini, kelamaan tapi belum juga ada kepastian. Capek sih, yang paling penting kita dapet kejelasan, kita bisa keluar dari sini, dan pergi ke Australia,” kata Ali, pengungsi lainnya asal Afganistan.

Saat ini, jumlah pengungsi di Gedung Eks Kodim ini sekitar 1500 orang. Berdasarkan keterangan dari ketua Tagana Jakarta Barat, Idris. Sebelumnya posisi mereka memang terpisah-pisah hingga 11 juli 2019 ini akhirnya disatukan di tempat tersebut.

“Sasaran mereka sebenarnya ya ke Australia itu, tapi malah nge-stug (tetap) di sini. Karena kebetulan lokasi Indonesia berdekatan secara geografis, jadi mau nggak mau secara sosial, kita bantu. Kasih makan, dan lain-lain. Pihak Tagana sendiri bertugas memberikan makanan pengungsi sehari-hari,” ungkap Idris.

Bantuan makanan yang diberikan pihak Tagana kepada pengungsi saat ini berupa dua kali makanan berat dalam sehari, yang terbagi siang dan malam masing-masing 1300 porsi. (*)

 

Reporter: Fathia Rahma Editor: Achi Hartoyo