Senin, 25 Mei 2020
03 Shawwal 1441 H
Home / Keuangan / Pemulihan Ekonomi Nasional, Pemerintah Siapkan Total Rp641,17 Triliun
Foto dok. Instagram Sri Mulyani
Pemerintah menyatakan Rp641,17 triliun disiapkan untuk program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Demikian disampaikan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati.

Sharianews.com, Jakarta - Pemerintah menyatakan Rp641,17 triliun disiapkan untuk program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Demikian disampaikan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati.

Ia mengatakan total dana untuk penanganan dan PEN yang dalam hal ini terkena dampak negatif pandemi virus coroba (Covid-19) mencapai Rp 641,17 triliun.

Berdasarkan PP 23/2020, program PEN dapat dilakukan melalui mekanisme penempatan dana, penjaminan, Penyertaan Modal Negara (PMN), dan investasi pemerintah. Selain itu, pemerintah juga dapat melakukan pemulihan ekonomi nasional melalui belanja negara.

Saat ini Pemerintah telah merampungkan desain dua program. Pertama, Pemerintah akan memberikan fasilitas subsidi bunga kepada debitur perbankan, bank perkreditan/pembiayaan rakyat, dan perusahaan pembiayaan, juga kepada debitur Kredit Usaha Rakyat (KUR), koperasi, dan lembaga penyalur kredit lainnya.

Kedua, Pemerintah juga telah menyiapkan program pemberian dukungan restrukturisasi melalui penempatan dana pada perbankan yang telah melakukan restrukturisasi kredit dan memberikan tambahan modal kerja kepada debiturnya.

Untuk mendukung usaha ultra mikro dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), Pemerintah mendukung penundaan pembayaran kredit dan menganggarkan subsidi bunga sebesar Rp34,15 triliun yang akan menjangkau 60,66 juta rekening.

Kebijakan subsidi bunga ini merupakan bantuan keringanan kepada ultra mikro dan UMKM yang memiliki pinjaman di lembaga keuangan, agar dapat bertahan meski peredaran usahanya menurun signifikan.

"Subsidi bunga kepada UMKM sebesar Rp34,15 triliun, insentif perpajakan pada UMKM dan dunia usaha secara keseluruhan serta masyarakat Rp123,01 triliun," jelas Sri Mulyani lewat video conference, baru-baru ini.

Selain memberikan subsidi bunga untuk mendukung perbankan dan lembaga pembiayaan yang melaksanakan restrukturisasi kredit UMKM dan menyalurkan tambahan kredit modal kerja baru, pemerintah juga akan melakukan penempatan dana di perbankan. Bank peserta maupun bank pelaksana merupakan bank yang sehat berdasarkan penilaian Otoritas Jasa Keuangan.

Rep. Aldiansyah Nurrahman