Selasa, 17 September 2019
18 Muḥarram 1441 H
Home / Keuangan / Pemerintah Tergetkan dapat Rp8 Triliun dari Lelang Sukuk Negara
FOTO I Dok. menara62.com
Terdapat enam seri SBSN yang dilelang yakni satu SPNS dan lima PBS.

Sharianews.com, Jakarta ~ Pemerintah akan menggelar lelang Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) atau Sukuk Negara besok, 20 Agustus 2019 dan settlement akan dilakukan pada 22 Agustus 2019. Dari pelelangan tersebut, pemerintah menargetkan pencapaian Rp8triliun.

Berdasarkan laman Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan, seri SBSN yang akan dilelang adalah seri Surat Perbendaharaan Negara Syariah (SPNS) dan Project Based Sukuk (PBS) untuk memenuhi sebagian dari target pembiayaan dalam APBN 2019.

“Terdapat enam seri SBSN yang dilelang yakni satu SPNS dan lima PBS. SPNS tersebut adalah SPNS07022020. Sementara lima PBS adalah PBS014, PBS019, PBS021, PBS022, PBS005 merupakan penerbitan kembali,” jelas DJPPR Kemenkeu.

Seri SPNS07022020 memiliki tingkat imbalan secara diskonto. Tanggal jatuh tempo pada 7 Februari 2020.

PBS014 menawarkan tingkat imbalan 6,50 persen dengan jatuh tempo 15 Mei 2021. Seri PBS019 jatuh tempo 15 September 2023 dengan tingkat imbalan 8,25 persen.

Berikutnya seri PBS021 akan ditawarkan dengan tingkat imbalan 8,50 persen dengan jatuh tempo 15 November 2026. Sedangkan seri PBS022 akan memberikan imbalan 8,625 persen dengan jatuh tempo 15 April 2034. Terakhir PBS005, imbal hasil sebesar 6,75 persen dan jatuh tempo pada 15 April 2043.

Underlying Asset-nya berupa proyek atau kegiatan dalam APBN tahun 2019 dan Barang Milik Negara. Underlying asset untuk penerbitan seri SPNS menggunakan Barang Milik Negara yang telah mendapatkan persetujuan DPR RI dan telah memenuhi persyaratan seperti diatur dalam Pasal 2 ayat 4 Peraturan Menteri Keuangan nomor 56/PMK.08/2012 tentang Pengelolaan Aset Surat Berharga Syariah Negara yang Berasal dari Barang Milik Negara.

Sedangkan underlying asset untuk penerbitan seri PBS menggunakan proyek/kegiatan dalam APBN tahun 2019 yang telah mendapat persetujuan DPR RI melalui UU Nomor 12 Tahun 2018 tentang APBN Tahun Anggaran 2019 dan sebagian berupa Barang Milik Negara.

Peserta lelang terdiri dari 17 bank dan empat perusahaan efek. Untuk Bank, antara lain PT Bank Mandiri (Persero), Tbk, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero), Tbk, PT Bank Negara Indonesia (Persero), Tbk, PT Bank Permata, Tbk, PT Bank Panin, Tbk, PT Bank HSBC Indonesia, PT Bank OCBC NISP, Tbk, Standard Chartered Bank, PT Bank CIMB Niaga, Tbk, PT Bank Maybank Indonesia, Tbk, Citibank N.A, PT Bank Negara Indonesia Syariah, PT Bank Central Asia, Tbk, Deutsche Bank AG, PT Bank BNP Paribas Indonesia, PT Bank Syariah Mandiri, PT Bank BRI Syariah

Sementara perusahaan Efek yang mengikuti lelang adalah PT Danareksa Sekuritas, PT Mandiri Sekuritas, PT Trimegah Sekuritas Indonesia, Tbk, PT Bahana Securities. (*)

 

Reporter: Aldiansyah Nurrahman Editor: Achi Hartoyo