Selasa, 21 Mei 2019
17 Ramadan 1440 H
Home / Keuangan / Pemerintah Targetkan 40 BWM di Seluruh Indonesia hingga Akhir Tahun
FOTO | Dok. Tribun Batam - Tribunnews.com
Saat ini sudah ada 35 BWM yang tersebar di 25 daerah di seluruh Indonesia dengan jumlah pelanggan mencapai 7.542 orang.

Sharianews.com, Jakarta. Penasihat Komite Strategis dan Pusat Riset Otoritas Jasaa Keuangan (OJK), Ahmad Buchori mengatakan target pendirian Bank Wakaf Mikro (BWM) sampai dengan akhir tahun bisa mencapai 40 BWM.

Lebih lanjut, Ahmad Buchori menuturkan dalam prosesnya hingga saat ini akan terus berkembang, dan jumlahnya sudah mencapai 35 BWM yang tersebar di 25 daerah di seluruh Indonesia dengan jumlah pelanggan mencapai 7.542 dan  total nilai pembiayaan Rp 9,14 miliar sampai 31 Otober 2018.

Buchori memaparkan tetang awal pendirian BWM yang menyasar komunitas masyarakat di sekitar pesantren. "Tahap awalnya menguji coba mendirikan di pondok pesantren yang berada di Pulau Jawa, dan di lingkungan pesantren ini, sementara baru ada di 20 pesantren,"katanya. 

Namun kemudian, karena konotasi pesantren melekat dengan Nahdlatul Ulama, Buchori menjelaskan akhirnya BWM diperluas dengan menggandeng Aisyiyah. yang merupakan organisasi ortonom bagi Wanita Muhammadiyah. "Maka diuji coba juga dengan pendirian BWM di lingkungan Aisyiyah di wilayah Yogyakarta dan Makassar,"lanjutnya menjelaskan. 

Kemudian diperluas juga tidak hanya di Pulau Jawa, tapi pulau lainnya. Persebaran lengkapnya hingga mencapai 35 BWM itu adalah tiga di Sumatera, 30 di Jawa, satu di Sulawesi, satu di Kalimantan. Rencananya akan mendirikan BWM juga di Papua.

“Ke depan BWM tidak hanya di pesantren, tapi juga ke perguruan tinggi. InsyaAllah juga nanti di masjid, Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil akan mendirikan di masjid,” jelas Buchori, di Balai Kartini, Jakarta, Selasa (27/11/2018).

Tentunya, disampaikan Buchori, untuk mendirikan BWM perlu sumber dana dari modal para pengusaha yang mewakafkan hartanya. Namun OJK ingin juga memperluas ke semua kalangan masyarakat menjadi donatur. Maka dari itu dibuat suatu cara melalui Bank Mandiri Syariah (Mandiri Syariah).

“Caranya, kalau punya rekening Mandiri Syariah itu biasanya, ketika kita menarik uang dari ATM, begitu uangnya sudah keluar akan muncul (teks) apakah Anda akan infaq, katakanlah Rp 1 ribu, nanti akan muncul kembali, apakah Anda akan wakaf di BWM, akan muncul itu nanti,”tutur Buchori.

Besarannya sendiri bisa lebih dari Rp 1 ribu. Menurut Buchori, jumlahnya mungkin kecil, tapi bila banyak dan frekuensi penariakn ATM itu sering, nanti itu juga akan bergulir. Sehingga akan banyak BWM yang didirikan.

Rencananya, pada awal Desember 2018, OJK akan mendapat tawaran dana wakaf dari Kuwait. Maka akan semakin banyak BWM yang berdiri. Sehingga itu akan banyak melayani masyarakat pedessan sekitar pondok pesantren.

Selain itu, ke depannya akan melakuakan kerjasama dengan Badan usaha milik desa (Bumdes) terkait dengan aplikasi. “Sudah ada produknya nanti bisa dijual melalui aplikasi, sehingga mensinergikan BWM dengan Bumdes,” pungkas Buchori. (*)

Reporter: Aldiansyah Nurrahman Editor: Ahmad Kholil