Sabtu, 6 Maret 2021
23 Rajab 1442 H
Home / Keuangan / Pemerintah Jual Green Sukuk Ritel-Sukuk Tabungan Seri ST007
Foto dok. Pexels
Pemerintah melakukan penjualan instrumen Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) ritel kepada investor individu secara daring (online) (e-SBN), yaitu instrumen Green Sukuk Ritel-Sukuk Tabungan seri ST007.

Sharianews.com, Jakarta - Pemerintah melakukan penjualan instrumen Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) ritel kepada investor individu secara daring (online) (e-SBN), yaitu instrumen Green Sukuk Ritel-Sukuk Tabungan seri ST007.

Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan menyatakan penjualan itu dilakukan dalam rangka mendukung upaya pendalaman pasar keuangan domestik.

“Tujuan penerbitan ST007 secara online adalah untuk mempermudah akses masyarakat berinvestasi di SBSN ritel, memperluas basis investor dalam negeri dengan menyediakan alternatif investasi dan mendukung terwujudnya keuangan inklusif serta memenuhi sebagian pembiayaan APBN 2020,” jelas DJPPR.

Dengan mengusung  tagline “Dari Diri Untuk Bumi” dan tagar #JadiLebihBijak, Pemerintah memberikan kesempatan kepada setiap Warga Negara Indonesia untuk dapat berinvestasi pada ST007 sekaligus memiliki kesempatan berpartisipasi dalam mendukung pembangunan nasional sekaligus membantu mengatasi dampak dari perubahan iklim karena hasil penerbitannya akan digunakan untuk membiayai proyek-proyek hijau dalam APBN.

Dalam keterangan tertulisnya disampaikan, proses pemesanan pembelian ST007 secara online dilakukan melalui empat tahap yaitu (i) registrasi/pendaftaran, (ii) pemesanan, (iii) pembayaran dan (iv) setelmen. Pemesanan pembelian disampaikan melalui sistem elektronik yang disediakan Mitra Distribusi yang memiliki interface dengan sistem e-SBN.

Adapun pokok-pokok ketentuan dan persyaratan ST007 adalah sebagai berikut:

1. Periode Registrasi: Setiap saat pada Mitra Distribusi yang telah ditetapkan

2. Masa Penawaran: Pembukaan 4 November 2020 pkl 09.00 WIB dan penutupan 25 November 2020 pkl 10.00 WIB

3 Bentuk dan Karakteristik Sukuk Negara: Tanpa warkat, tidak dapat diperdagangkan (non-tradable), tidak dapat dilikuidasi/dicairkan sampai dengan jatuh tempo kecuali pada periode early redemption

4. Tanggal Penetapan Penjualan: 30 November 2020

5. Tanggal Setelmen: 2 Desember 2020

6. Tanggal Jatuh Tempo: 10 November 2022

7. Minimum Pemesanan: Rp1 juta

8. Maksimum Pemesanan: Rp3 miliar

9. Underlying Asset: Barang Milik Negara (BMN) dan Proyek APBN tahun 2020 (termasuk green asset)

10. Akad: Wakalah

11. Jenis Imbalan/Kupon: Mengambang dengan Imbalan/Kupon minimal (floating with floor) dengan Tingkat Imbalan Acuan BI 7-Day (Reverse) Repo Rate

12. Tingkat Imbalan/Kupon:

a. Untuk periode pertama (yang akan dibayar pada tanggal 10 Januari 2021 dan tanggal 10 Februari 2021) berlaku kupon sebesar 5,50 persen (BI 7 days reverse repo rate pada saat penetapan sebesar 4,00 persen ditambah spread yang ditetapkan sebesar 150 bps)

b. Spread sebagaimana pada poin a tetap sebesar 150 bps sampai dengan jatuh tempo

c. Tingkat kupon untuk periode 3 bulan pertama sebesar 5,50 persen tersebut berlaku sebagai tingkat kupon minimal (floor). Tingkat kupon minimal tidak berubah sampai dengan jatuh tempo.

13. Tanggal Pembayaran Imbalan/Kupon: Setiap tanggal 10 setiap bulannya. Dalam hal Tanggal Pembayaran Imbalan/Kupon bukan pada hari kerja, maka pembayaran Imbalan/Kupon dilakukan pada hari kerja berikutnya tanpa kompensasi Imbalan/Kupon. Hari kerja adalah hari dimana operasional sistem pembayaran diselenggarakan oleh Bank Indonesia.

14. Pembayaran Imbalan/Kupon Pertama Kali (Long Coupon): 10 Januari 2021

15. Periode Penyampaian Minat Pencairan Sebelum Jatuh Tempo (Early Redemption): Pembukaan 26 Oktober 2021 pukul 09.00 WIB dan penutupan 4 November 2021 pukul 10.00 WIB

16. Tanggal Setelmen Early Redemption: 10 November 2021

17. Nilai Maksimal Early Redemption: 50 persen dari setiap transaksi pembelian yang telah dilakukan pada masing-masing Mitra Distribusi

Masyarakat yang berminat untuk berinvestasi di ST007 dapat mengakses web Sukuk Tabungan di www.kemenkeu.go.id/sukuktabungan atau menghubungi 31 Mitra Distribusi yang telah ditetapkan melayani pemesanan pembelian secara langsung melalui sistem elektronik (layanan online), yaitu PT. Bank Central Asia Tbk, PT. Bank Mandiri (Persero) Tbk, PT. Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk.

Kemudian PT. Bank Permata Tbk, PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk , PT. Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk, PT. Bank Danamon Indonesia Tbk, PT. Bank Maybank Indonesia Tbk, PT. Bank Panin Tbk, PT. Bank CIMB Niaga Tbk, PT. Bank DBS Indonesia, PT. Bank OCBC NISP Tbk, PT. Bank HSBC Indonesia, PT. Bank Commonwealth, PT. Bank UOB Indonesia, PT. Bank Mega Tbk

Lalu, PT. Bank Syariah Mandiri, PT. Bank BRISyariah Tbk, PT. Bank Muamalat Tbk, PT. Bank BNI Syariah, PT. Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk, PT. Danareksa Sekuritas, PT. Bahana Sekuritas, PT. Mandiri Sekuritas, PT. Sinarmas Sekuritas, PT. Bareksa Portal Investasi, PT. Star Mercato Capitale (Tanamduit), PT. Nusantara Sejahtera Investama (Invisee), PT. Investree Radhika Jaya, PT. Mitrausaha Indonesia Grup (Modalku) dan PT. Lunaria Annua Teknologi (Koinworks)

Rep. Aldiansyah Nurrahman