Kamis, 5 Desember 2019
08 Rabi‘ at-akhir 1441 H
Home / Keuangan / Pemerintah Incar Rp7 Triliun dari Lelang Sukuk Negara Besok
FOTO I Dok. market.bisnis.com
Seri SBSN yang akan dilelang adalah seri Surat Perbendaharaan Negara Syariah (SPNS) dan Project Based Sukuk (PBS).

Sharianews.com, Jakarta ~ Pemerintah akan menggelar lelang Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) atau Sukuk Negara besok, pada Selasa, 12 November 2019 dan proses penyelesaian akhir transaksi (settlement) akan dilakukan pada 14 November 2019. Dalam lelang kali ini, pemerintah menargetkan pencapaian Rp7triliun.

Berdasarkan laman Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan, seri SBSN yang akan dilelang adalah seri Surat Perbendaharaan Negara Syariah (SPNS) dan Project Based Sukuk (PBS) untuk memenuhi sebagian dari target pembiayaan dalam APBN 2019.

“Terdapat enam seri SBSN yang dilelang yakni satu SPNS dan lima PBS. SPNS tersebut adalah SPNS15052020. Sementara lima PBS adalah PBS002, PBS026, PBS022, dan PBS005 merupakan penerbitan kembali,” jelas DJPPR Kemenkeu.

Seri SPNS15052020 memiliki tingkat imbalan secara diskonto. Tanggal jatuh tempo pada 15 Mei 2020.

PBS002 menawarkan tingkat imbalan 5,45 persen dengan jatuh tempo 15 Januari 2022. Seri PBS026 jatuh tempo 15 Oktober 2024 dengan tingkat imbalan 6,625 persen.

Berikutnya seri PBS022 akan memberikan imbalan 8,625 persen dengan jatuh tempo 15 April 2034. Terakhir PBS005, imbal hasil sebesar 6,75 persen dan jatuh tempo pada 15 April 2043.

Underlying Asset-nya berupa proyek atau kegiatan dalam APBN tahun 2019 dan Barang Milik Negara. Underlying asset untuk penerbitan seri SPNS menggunakan Barang Milik Negara yang telah mendapatkan persetujuan DPR RI dan telah memenuhi persyaratan seperti diatur dalam Pasal 2 ayat 4 Peraturan Menteri Keuangan nomor 56/PMK.08/2012 tentang Pengelolaan Aset Surat Berharga Syariah Negara yang Berasal dari Barang Milik Negara.

Sedangkan underlying asset untuk penerbitan seri PBS menggunakan proyek/kegiatan dalam APBN tahun 2019 yang telah mendapat persetujuan DPR RI melalui UU Nomor 12 Tahun 2018 tentang APBN Tahun Anggaran 2019 dan sebagian berupa Barang Milik Negara.

Peserta lelang terdiri dari 17 bank dan empat perusahaan efek. Untuk Bank, antara lain PT Bank Mandiri (Persero), Tbk, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero), Tbk, PT Bank Negara Indonesia (Persero), Tbk, PT Bank Permata, Tbk, PT Bank Panin, Tbk, PT Bank HSBC Indonesia, PT Bank OCBC NISP, Tbk, Standard Chartered Bank, PT Bank CIMB Niaga, Tbk, PT Bank Maybank Indonesia, Tbk, Citibank N.A, PT Bank Negara Indonesia Syariah, PT Bank Central Asia, Tbk, Deutsche Bank AG, PT Bank BNP Paribas Indonesia, PT Bank Syariah Mandiri, PT Bank BRI Syariah

Sementara perusahaan Efek yang mengikuti lelang adalah PT Danareksa Sekuritas, PT Mandiri Sekuritas, PT Trimegah Sekuritas Indonesia, Tbk, PT Bahana Securities. (*)

 

Reporter: Aldiansyah Nurrahman Editor: Achi Hartoyo

Tags: