Sabtu, 21 September 2019
22 Muḥarram 1441 H
Home / Ziswaf / Pemberdayaan Umat Berbasis Pondok Pesantren
Foto/dok.dompetdhuafa
Kerja sama ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas pengetahuan pengelola dalam pemberdayaan dan pengembangan pesantren.

Sharianews.com, Jakarta ~ Majelis Permusyawaratan Pengasuh Pesantren Indonesia (MP3I) bekerja sama dengan Dompet Dhuafa untuk menyelenggarakan program pemberdayaan berbasis pesantren. Baik melalui program jangka pendek maupun jangka panjang.

Menurut Ketua Pengurus Yayasan Dompet Dhuafa, Nasyith Majidi kerja sama ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas pengetahuan pengelola dalam pemberdayaan dan pengembangan pesantren.

"Tidak hanya itu, peningkatkan dan pengembangan unit usaha lembaga keuangan mikro berbasis pesantren juga perlu diperhatikan dan titik fokus yang saat ini dijalankan," ujar Nasyith dalam keterangan tertulis yang diterima sharianews, Senin (5/8).

Pelatihan kali ini melibatkan 30 pengelola pesantren yang tersebar di Jawa Timur. Selain menjalin kerja sama dengan MP3I, Dompet Dhuafa bersama Keluarga besar Hasyim Asyari, Pesantren Tebuireng juga mendirikan rumah sakit yang diberi nama Rumah Sehat Hasyim Asyari. Rumah Sehat Hasyim Asyari berdiri di atas lahan seluas satu hektar atas wakaf keluarga besar Hasyim Asyari.

Rumah Sehat Hasyim Asy'ari adalah rumah sakit yang menggunakan konsep sehat fisik, sehat mental, sehat sosial dan sehat spiritual. Saat ini, Dompet Dhuafa sedang proses penyusunan studi kelayakan dan penyusunan perencanaan pengembangan.

Pesantren adalah lembaga pendidikan tertua sebelum berkembangnya pendidikan modern yang ada saat ini. "Pengelolaan ZIS yang profesional menjadi tolok ukur pengembangan ekonomi mikro syariah," ujar Gus Sholah di sela-sela kegiatan kerja sama MP3I dengan Dompet Dhuafa.

Dompet Dhuafa mendapat kepercayaan dari yayasan Pondok Pesantren Tebu Ireng, untuk mengelola aset wakaf. Dompet Dhuafa akan lebih memproduktifkan aset tanah wakaf tersebut untuk memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat Jombang khususnya, dan se-Jawa Timur pada umumnya. (*)

 

Reporter: Romy Syawal Editor: Achi Hartoyo