Minggu, 26 Mei 2019
22 Ramadan 1440 H
Home / Keuangan / Pembentukan Bank BUMN Syariah, Diminta Lewat Konversi
FOTO I Dok. Dubai Islamic Bank
Jika Bank BTN ini dikonversi menjadi syariah diperkirakan akan tembus di angka 10 persen market share syariah.

Sharianews.com, Jakarta ~ Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS) berencana membuat bank BUMN syariah skala besar. Menanggapi hal tersebut Peneliti Ekonomi Syariah Yusuf Wibisono, menyarankan agar dilakukan konversi bank BUMN.

Peneliti Pusat Ekonomi dan Bisnis Syariah Universitas Indonesia mengatakan, jika memang ingin memberikan dampak yang besar lewat konversi bank BUMN konvensional, menjadi bank BUMN Syariah.

“Kalau untuk konversi bank syariah ini penting, karena masalah terbesar di industri keuangan kita, perbankan syariah itu size-nya terlalu kecil memang. Sudah 25 tahun bayangkan, sudah sepertempat abad, kita kurang dari 6 persen (market share),” jelas Yusuf saat ditemui Sharianews.com seusai acara seminar nasional bertajuk "Peran Keuangan Syariah dalam Mendorong Inklusi Keuangan di Indonesia" di Jakarta, Selasa (26/3).

Dalam acara yang diselenggarakan Institute for Development of Economics and Finance (Indef) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) ini, Yusuf memberikan simulasi, contoh bank BUMN adalah Bank BTN yang merupakan bank BUMN paling kecil. Jika Bank BTN ini dikonversi menjadi syariah diperkirakan akan tembus di angka 10 persen market share syariah.

Artinya perkembangan puluhan tahun market share bank syariah bisa dikejar dengan konversi. Ini akan jadi bentuk afirmatif.

“Ini bukan soal manja tidak manja ya industrinya. Namun jika hanya sekadar menggabungkan bank syariah BUMN yang sekarang menurut saya itu useless, buat apa, kecil-kecil dikumpulkan, eh tahu-tahunya kecil. Ini tidak akan berdampak ke size perbankan syariah, jadi kalau mau ada impact konversi ke syariah,” papar Yusuf.

Wacana yang berkembang saat ini, yakni dengan cara penggabungan atau merger beberapa bank yang menurutnya kecil, seperti BNI Syariah, Bank Mandiri Syariah, dan BRI Syariah.

Yusuf mengatakan tidak perlu mengonversi bank BUMN yang besar. Langkah awal bisa dengan mengonversi bank BUMN kecil seperti Bank BTN. Dengan begitu akan menjadi bukti keberpihakkan pemerintah.

“Pemerintah punya keberpihakkan tidak, jika hanya sekadar itu saja tidak bisa, tidak perlu bicara ingin menjadi pemain kelas dunia, ini kan bicaranya ingin menjadi pemain market leader di global syariah market. Tapi jika hanya sekadar mengonversi bank BTN saja tidak ada keberanian, keberpihakkan ya sulit,” pungkas Yusuf.

Sementara itu, mengenai rencana pembetukan bank BUMN Syariah ini akan seperti apa nantinya, Direktur Eksekutif KNKS, Ventje Raharjo mengatakan masih menunggu kajian. “Sedang dibuat studi. Kemungkinan-kemungkinanya ya, tunggu hasil studi,” jelasnya.

Lebih lanjut, Ventje mengatakan, saat ini pembentukan BUMN Syariah memang dinilai sebagai suatu kebutuhan. (*)

 

Reporter: Aldiansyah Nurrahman Editor: Achi Hartoyo