Senin, 16 September 2019
17 Muḥarram 1441 H
Home / Haji umrah / Pembekalan Petugas Haji Embarkasi Solo Resmi Dibuka
FOTO/Dok.kemenag
Bertempat di Asrama Haji Donohudan Boyolali, pembekalan dilakukan dengan memberikan pengetahuan teknis kepada calon petugas haji yang menyertai jemaah atau biasa disebut petugas kloter agar dapat bekerja maksimal melayani jemaah haji.

Sharianews.com, Boyolali ~ Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Nizar, membuka Pembekalan Terintegrasi Calon Petugas yang Menyertai Jemaah Haji Embarkasi Solo (SOC).

Bertempat di Asrama Haji Donohudan Boyolali, pembekalan dilakukan dengan memberikan pengetahuan teknis kepada calon petugas haji yang menyertai jemaah atau biasa disebut petugas kloter agar dapat bekerja maksimal melayani jemaah haji.

Petugas haji, menurut Nizar merupakan orang-orang pilihan, karena mereka akan melayani orang yang terhormat sebagai tamu Allah.

"Jemaah haji itu orang mulia karena tamu Allah, sehingga bekerja sebagai petugas haji yang melayani tamu Allah merupakan tugas mulia dan sebuah kehormatan," kata Nizar seperti dilansir dari laman kemenag.

Petugas haji, seperti disampaikan Dirjen PHU, merupakan komponen terpenting. Keberadaan petugas haji dalam penyelenggaraan ibadah haji memiliki kontribusi yang sangat besar dalam peningkatan indeks kepuasan jemaah haji tahun 2018.

"Tahun ini, seluruh petugas harus bekerja lebih keras lagi agar indeks kepuasan jemaah tetap dalam kategori sangat memuaskan," terangnya menegaskan.

Indeks kepuasan jemaah haji selama ini dilakukan oleh Badan Pusat Statistik (BPS). Survei yang dilakukan BPS disebutkan oleh Nizar sangat independen dan terpercaya di Indonesia.

"BPS dalam melakukan survei kepuasan jemaah haji benar-benar dilakukan tanpa tekanan dan pesanan," ujar Nizar menekankan.

Saat ini, pada tahun 2019 banyak digagas berbagai inovasi baru layanan haji. Berbagai inovasi di antaranya seperti usulan penambahan pre departure clerance di embarkasi selain Cengkareng, penambahan sistem sewa hotel full musim di Madinah (markaziyah), sistem zonasi, dan pengkloteran dengan berbasis kecamatan. (*)

 

Reporter: Romy Syawal Editor: Irfan Kurniawan