Minggu, 17 Oktober 2021
11 Rabi‘ al-awwal 1443 H
Home / Keuangan / Pegadaian Konversi 78 Outlet Konvensional Menjadi Syariah
-
Konversi Pegadaian menjadi syariah untuk menjawab kebutuhan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Konversi Pegadaian menjadi syariah untuk menjawab kebutuhan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Sharianews.com. Jakarta - PT Pegadaian sedang gencar melakukan konversi outlet konvensionalnya menjadi syariah di beberapa kota. Salah satunya di Madura, Jawa Timur.

Mulai 1 Juli 2018, total 78 outlet PT Pegadaian di Madura dikonversi dari konvensional menjadi syariah. Konversi ini dilakukan seiring program Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) dalam percepatan pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Dengan populasi Muslim terbesar di dunia, konversi ini diharapkan disambut dengan baik. Ini signifikan dalam ekonomi umat,” kata General Manager PT Pegadaian, Rully Yusuf kepada Sharianews.com di Jakarta (5/7).

Menurutnya, konversi ini untuk menjawab kebutuhan masyarakat, terutama di Jawa Timur, dalam pengembangan produk keuangan syariah dan pemberdayaan ekonomi syariah.

 “Program ini sangat baik bagi kita, masyarakat Islam. Perlu didukung bersama dan dikuatkan dengan regulasi yang tepat agar bisa berjalan dengan baik, dan tentu saja sesuai syariah,” ujarnya. 

Acara peresmian konversi di Madiun ini bersamaan dengan acara Halaqah Pengasuh Pesantren bersama Majelis Permusyawaratan Pengasuh Pesantren Se-Indonesia (MP3I) dengan tema "Urgensi Keuangan Syariah untuk Pemberdayaan Ekonomi Ummat."

Hadir dalam acara itu Ketua Umum MUI KH. Ma’ruf Amin, Prof. M. Mahfud MD, Dr. KH. Cholil Nafis, MA, dan Pengasuh Pondok Pesantren As Salafiyyah As Syafi’iyyah Situbondo KH. Afifuddin Muhajir, Ketua MUI Jawa Timur KH Abdussomad Buchori, serta ratusan ulama dan santri dari berbagai pondok pesantren di Madura.

Dalam sambutannya, Direktur Utama PT Pegadaian Sunarso berharap konversi dapat meningkatkan kesejahteraan seluruh golongan masyarakat, bukan hanya kalangan Muslim.

"Kami terus bekerjasama dengan berbagai pihak agar masyarakat makin paham dengan keberadaan produk-produk syariah, yang bisa dijadikan sumber pembiayaan, menggantikan pembiayaan konvensional dan pemberdayaan ekonomi umat. Sebagai negara mayoritas Muslim, Indonesia sangat tertinggal dalam penyerapan dana dari keuangan syariah. Dengan kegiatan ini diharapkan dapat meningkat lebih besar lagi," paparnya. *(SN)

Reporter: Agustina Permatasari. 

Editor A.Rifki.