Sabtu, 19 Oktober 2019
20 Ṣafar 1441 H
Home / Haji umrah / Patuhi: Tambahan 10.000 Kuota Haji Bisa Menimbulkan Persoalan Baru
FOTO I Dok. World Bulletin
"Pemerintah ketika ada tambahan kuota 10 ribu diberikan kepada haji reguler saja, haji khusus tidak mendapatkan sama sekali, padahal kalau sungguh-sungguh sebenarnya kita bisa mendapatkan tambahan kuota setiap tahunnya," ujar Artha Hanif ketika dihubungi Sharianews Kamis (18/4).

Sharianews.com, Jakarta. Ketua Harian Permusyawaratan Antarsyarikat Travel Umrah dan Haji Indonesia (PATUHI), Artha Hanif menjelaskan, apabila penambahan 10 ribu kuota tersebut tidak disikapi dengan baik akan bisa menimbulkan persoalan.

"Pemerintah ketika ada tambahan kuota 10 ribu diberikan kepada haji reguler saja, haji khusus tidak mendapatkan sama sekali, padahal kalau sungguh-sungguh sebenarnya kita bisa mendapatkan tambahan kuota setiap tahunnya," ujar Artha Hanif ketika dihubungi Sharianews Kamis (18/4).

Menurutnya, Saudi juga punya rencana dengan renovasi yang dilakukan dalam beberapa tahun terakhir ini. Saudi berharap bahwa ke depan khususnya tahun 2030 jumlah haji seluruh dunia sudah mencapai 12 juta, sehingga dengan target tersebut, Saudi akan memberikan kemudahan bagi negara yang ingin mendapatkan tambahan kuota.

"Logikanya begitu kan, tapi kenapa tidak terjadi, pertama Pemerintah ingin tambahan kuota itu bisa dimengerti masyarakat sebagai apresiasi kerajaan Saudi kepada pemerintahan kita, jadi ada makna politiknya," imbuhnya.

Artha menambahkan, jika tambahan itu diterima, persoalannya adalah dana masyarakat dalam tabungan haji yang dikelola pemerintah, harus diambil lebih banyak.

"Kalau tambahan 10 ribu, dikali saja uang haji katakan 35 juta itu hampir 350 milyar, karena itu diberikan kepada haji reguler, haji khusus tidak ada, masalahnya kalau diambil sekarang waktunya juga sudah dekat, pemerintah juga tidak gampang menyiapkan fasilitas yang ada," imbuhnya.

"Apakah itu pesawat, hotel, atau fasilitas yang lain termasuk petugas, sebentar lagi sudah Ramadan, dan kemudian bagaimana soal dananya, pemerintah siap tidak ngeluarin dana sehabis pesta demokrasi pemilu ini, sehingga banyak masalahnya," sambung Artha.

Artha tidak yakin jika pemerintah bisa memanfaatkannya, kecuali pemerintah melihatnya dari sisi lain, artinya tambahan kuota tersebut diserahkan kepada haji khusus.

"Tentu kalau diserahkan kepada haji khusus akan cepat merespon, jadi kuota kita yang antri panjang bisa segera cepat selesai, tidak perlu antri-antri lagi dan tidak memberatkan biaya pemerintah," ujar Artha yang juga Dirut Thayiba Tora Tour.

Artha mengatakan, apabila tambahan kuota 10 ribu ini benar-benar tidak bisa dilaksanakan, maka bisa saja ditawarkan kepada haji khusus atau pihak swasta. (*)

 

Reporter: Romy Syawal Editor: Achi Hartoyo