Jumat, 23 Agustus 2019
22 Thu al-Hijjah 1440 H
Home / Keuangan / Pasca-Lebaran, Gubernur BI Jabarkan Kondisi Perekonomian Indonesia
FOTO I Dok. newsantara.com
“Kita melihat inflasi di akhir tahun ini akan rendah, akan menuju sekitar 3,1 atau 3,2 persen. Alhamdulillah, nilai tukar rupiah ini stabil dan cenderung menguat. Kita melihat dengan kenaikan rating dari S&P kemarin, kami melihat bahwa inflow akan semakin besar, membawa rupiah ini stabil dan cenderung menguat seperti yang kita lihat hari ini,” papar Perry.

Sharianews.com, Jakarta ~ Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo menyampaikan, tiga hal pasca-Lebaran terkait perekonomian di Indonesia.

Pertama, dengan bersinergi antar-lembaga seperti BI dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), bisa membawa ekonomi Indonesia lebih baik. Kedua, ia mengungkapkan rasa optimistisnya bahwa ke depan perekonomian Indonesia akan lebih baik.

“Kita melihat inflasi di akhir tahun ini akan rendah, akan menuju sekitar 3,1 atau 3,2 persen. Alhamdulillah, nilai tukar rupiah ini stabil dan cenderung menguat. Kita melihat dengan kenaikan rating dari S&P kemarin, kami melihat bahwa inflow akan semakin besar, membawa rupiah ini stabil dan cenderung menguat seperti yang kita lihat hari ini,” papar Perry, di Jakarta, Senin (10/6).

Koordinasi BI dengan OJK, Kementerian Keuangan, Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) membawa stabilitas sistem keuangan yang terjaga dengan modal yang cukup dan juga kredit yang terus akan meningkat.

“Pertumbuhan ekonomi juga insyaallah tahun ini akan berkisar antara 5 hingga 5,4 persen didukung oleh konsumsi dan juga investasi swasta yang akan makin meningkat,” ujarnya menegaskan.

Perry meyakini, ekonomi Indonesia ke depan akan semakin baik dengan stabilitas yang terjaga, baik moneter, sitem keuangan, maupun pertumbuhan ekonomi yang juga akan meningkat

Ketiga, disampaikan Perry, bahwa sinergi antara BI, Pemerintah, OJK, LPS maupun dengan dunia usaha perbankan akan terus dipererat.

“Dari sisi BI, kami akan terus mengkalibrasi kebaruan kebijakan kami untuk menjaga stabilitas dan juga mendorong pertumbuhan ekonomi,” ucap Perry.

BI akan mengkaji dari waktu ke waktu dengan melihat kondisi global dan bagaimana BI akan merespon lebih jauh, baik dari sisi respon suku bunga, kecukupan likuiditas, relaksasi dari makro prudential, maupun pendalaman pasar keuangan yang akan terakselerasi maupun sistem pembayaran sesuai visi BI, tidak lupa juga sisi ekonomi keuangan syariah.

Selain itu, kebijakan BI juga semakin dioptimalkan dengan bersinergi antara pemerintah, OJK, LPS, dunia usaha, dunia perbankan dan sektor keuangan secara keseluruhan. (*)

 

Reporter: Aldiansyah Nurrahman Editor: Achi Hartoyo