Minggu, 26 Mei 2019
22 Ramadan 1440 H
Home / Ekbis / Pasar Pariwisata Islami Alami Lonjakan Kenaikan 5-7 Persen
FOTO I Dok. newyorktimes
Bambang menuturkan, saat ini negara-negara nonmuslim tengah concern menggarap pasar pariwisata Muslim dunia.

Sharianews.com, Jakarta ~ Pertumbuhan pariwisata Muslim saat ini, tengah mengalami kenaikan yang cukup signifikan.

Diambil dari data Muslim travel index global 2018, jumlah wisatawan pada tahun 2000 saja mencapai 25 juta. Kemudian tahun 2010 sebesar 98 juta, berlanjut di tahun 2017 sebesar 131 juta, dan di tahun 2020 mendatang Muslim traveler akan sampai di angka 158 juta.

"Lonjakan pertumbuhan rata-rata cukup signifikan, mulai dari 5 hingga 7 persen," ujar Direktur Islamic Tourism Expo, Bambang Hamid saat berbincang dengan Sharianews, Jakarta, Kamis (14/3).

Ia menuturkan, saat ini negara-negara nonmuslim tengah concern menggarap pasar pariwisata Muslim dunia.

"Kita sebut saja mulai dari Jepang, Korea, Taiwan, Vietnam, Thailand, itu negara nonmuslim semua dan kebanyakan sudah banyak meyelenggarakan wisata yang Muslim," sambung Bambang.

Bambang yang juga menjabat sebagai Direktur Hajj People ini mengungkapkan, ada beberapa faktor yang menjadi pendorong: perkembangan populasi kaum muda yang sangat pesat, kelas menengah yang meningkat, meningkatnya ketersediaan layanan wisata Islami, dan kemudahan akses informasi perjalanan menjadi.

"Dulu kalau pergi ke Jepang, pastinya kita mikir nyari makanan halal gimana nih, sekarang banyak sekali listnya, kalau mencari halal food Jepang muncul listnya, dan itu hampir ada di semua kota besar," ujar Bambang.

Ditambahkan Bambang, untuk sektor pariwisata Muslim dalam negeri, Indonesia memiliki ratusan destinasi wisata yang apabila diolah, misalnya dengan menyediakan penginapan, makanan dan minuman halal, dapat menjadi potensi ekonomi yang sangat besar bagi Indonesia.

Saat ini, dengan total populasi 261 juta orang dengan PDB 1015,54 miliar dolar AS pada 2017 dan 87,2 persen warganya adalah Muslim menjadikan Indonesia sebagai tempat tinggal bagi 12,7 persen Muslim dunia. (*)

 

Reporter: Romy Syawal Editor: Achi Hartoyo