Sabtu, 28 November 2020
13 Rabi‘ at-akhir 1442 H
Home / Ekbis / Pariwisata Ramah Muslim Indonesia Siap Bangkit !
Slondotpics/Pexels
Menurunnya angka kunjungan wisatawan nusantara dan juga mancanegara, telah membuat geliat bisnis pariwisata berujung pada krisis yang tak pernah diduga.

Sharianews.com, Jakarta - Pandemi Covid-19 telah berdampak signifikan bagi industri pariwisata, termasuk pariwisata ramah muslim di Indonesia. Menurunnya angka kunjungan wisatawan nusantara dan juga mancanegara, telah membuat geliat bisnis pariwisata berujung pada krisis yang tak pernah diduga.

Ketua Umum Perkumpulan Pariwisata Halal Indonesia (PPHI) dan Ketua Umum SofyanCorp Riyanto Sofyan mengatakan para pelaku wisata ramah muslim di Indonesia juga turut merasakan dampak krisis akibat pandemi Covid-19 ini.

Tidak hanya berkurang secara pendapatan, namun bahkan sebagian usaha perjalanan wisata, hotel, penginapan ramah muslim, hingga restoran dan destinasi wisata harus tutup operasional dalam jangka waktu yang cukup lama. Tentu hal ini sangat berdampak pada keberlanjutan bisnis para pelaku usaha di bidang pariwisata ini.

“Sebagai perkumpulan pelaku dan pegiat wisata ramah muslim, tentu kami berupaya untuk senantiasa menebarkan semangat optimisme tersebut kepada seluruh anggota. Salah satunya melalui kegiatan rangkaian acara Indonesia Halal Tourism Summit (IHTS) 2020,” jelasnya menegaskan, Senin (26/10).

Menebarkan semangat optimisme tersebut menjadi tujuan utama PPHI untuk kembali mengusung event “The 2nd IHTS" yang berlangsung dalam gelaran ”The 7th Indonesia Sharia Economic Festival (7th ISEF)” tahun 2020 ini.

Berbagai acara telah dilangsungkan, seperti diskusi bisnis, focus group discussion dengan para stakeholder pariwisata ramah muslim, virtual exhibition, dan diakhiri dengan konferensi internasional terkait pariwisata halal.

Bekerjasama dengan Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) dan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), Panitia Pelaksana IHTS 2020 dan The 7th ISEF 2020 kembali melaksanakan gelaran konferensi internasional yang bertajuk “Strategic Innovation for Sustainable Muslim Friendly Tourism” pada 29 Oktober 2020.

Pelaksanaan konferensi internasional yang kedua ini merupakan komitmen PPHI dalam menebarkan semangat optimism bagi para pelaku pariwisata, khususnya pariwisata ramah muslim di Indonesia dan juga dunia.

Konferensi ini akan dibuka dengan Keynote Speech oleh Deputy Bidang Industri dan Investasi Kemenparekraf Fadjar Hutomo dan Deputi Gubernur Bank Indonesia Sugeng.

Pada Konferensi Internasional Pariwisata Halal tahun ini, akan hadir beberapa pembicara dari dalam dan luar negeri, yaitu Senior Associate Dinarstandard USA Reem Elshafaki, Chief Marketing Officer HalalBooking.com Ufuk Secgin, Chief Operating Officer Have Halal Will Travel Mikhail Melvin Goh, dan Chairman PPHI & Chairman SofyanCorp Riyanto Sofyan.

Konferensi internasional ini akan dilaksanakan secara virtual melalui laman www.isef.co.id dan terbuka untuk publik.

Konferensi internasional ini merupakan acara akhir yang tergabung ke dalam IHTS 2020 ini. Oleh karena itu, pada rangkaian akhir ini, panitia menghadirkan beberapa pembicara ahli di bidangnya untuk berbagi strategi dan prediksi dalam menghadapi fenomena baru selepas pandemi nanti.

Ketua pelaksana IHTS 2020 Noveri Maulana juga mengungkapkan bahwa pelaksanaan konferensi internasional ini sekaligus untuk meneguhkan kembali semangat kebangkitan industri pariwisata halal di Indonesia.

“Kita harapkan, melalui konferensi internasional ini, kita bisa mendapatkan banyak insight bisnis dan strategi terkait pengembangan usaha di bidang industri pariwisata halal di Indonesia. Selain itu, acara ini kita harapkan juga bisa memberi citra positif bagi Indonesia di mata turis Muslim internasional dan diharapkan nanti kunjungan wisatawan mancanegara juga perlahan akan semakin meningkat” pungkas Noveri.

Rep. Aldiansyah Nurrahman