Selasa, 17 September 2019
18 Muḥarram 1441 H
Home / Keuangan / Pangsa Relatif Kecil, Inovasi dan Infrastruktur Pelayanan Nasabah Syariah Tertinggal
FOTO I Dok.
Indonesia memiliki sejumlah tantangan dalam mengembangkan keuangan syariah.

Sharianews.com, Jakarta ~ Indonesia adalah negara dengan populasi umat Muslim terbesar di dunia, 87 persen dari populasi Indonesia adalah Muslim. Namun demikian, sampai saat ini lndonesia masih dalam tahap pengembangan industri keuangan syariah.

Managing Director Sharia Allianz Life Indonesia, Yoga Prasetyo mengatakan, Indonesia memiliki sejumlah tantangan dalam mengembangkan keuangan syariah. Potensi pasar yang besar tetapi masih menduduki pangsa yang relatif kecil dibandingkan keuangan konvensional.

“Hal ini mengakibatkan inovasi dan infrastruktur pelayanan terhadap nasabah tertinggal dibandingkan dengan keuangan konvesional,” jelasnya menegaskan kepada Sharianews.com.

Minimnya tingkat literasi keuangan syariah merupakan pekerjaan besar yang harus ditanggung bersama oleh stakeholder.

Selain itu, berkembangnya fintech dan insuretech dari dalam luar negeri yang memiliki peluang untuk melakukan disrupsi sebagaimana yang dirasakan oleh perbankan atau industri lain, tidak dapat diabaikan oleh pelaku asuransi syariah.

Lebih lanjut, ia menambahkan di tahun 2017 penetrasi keuangan syariah masyarakat Indonesia diperkirakan baru sekitar enam persen untuk asuransi dari keseluruhan pengguna jasa keuangan yang ada.

Berdasarkan data Bappenas Juli 2018, Indonesia baru memiliki lima persen asset financial syariah, sementara Malaysia sudah mencapai 20 persen. 

Hal ini menunjukkan masih besarnya peluang bisnis dan potensi produk asuransi syariah untuk berkembang. Allianz percaya pasar syariah secara perlahan tapi pasti akan bertumbuh dengan masif ke depannya. (*)

Reporter: Aldiansyah Nurrahman Editor: Achi Hartoyo