Selasa, 23 April 2019
18 Sha‘ban 1440 H
FOTO| Dok. istimewa
Industri halal kini mulai ramai diperbincangkan. Ceruk pasarnya pun diperebutkan  secara gegap-gempita oleh para pemain bisnis di industri wisata. Tidak hanya pasar di Indonesia saja, tetapi juga pasar di seluruh dunia.

Sharianews.com, Jakarta. Menurut data yang dilansir oleh BBC dari Thomson Reuters, pada periode tahun 2015 saja, penduduk dunia sudah mencapai 7,3 miliar. Sekitar sepertiganya memeluk Kristen atau 31 persen. Sedang penduduk muslim menempati urutan kedua dengan jumlah populasi sebesar 1,8 miliar atau setara dengan 24 persen dari populasi global. Antara 2015-2060, jumlah penduduk dunia diperkirakan meningkat 32 persen menjadi 9,6 miliar jiwa. Selama periode ini, jumlah penduduk muslim diperkirakan akan meningkat pesat dengan pertumbuhan hingga 70 persen.

Tidak hanya industri halal lifestyle yang dipredisi berkembang besat, halal food juga diprediksi tumbuh pesat. Membaca arah tren tersebut, untuk pertama kalinya dalam industri halal, ada sebuah perusahaan teknologi start-up, yang tertarik masuk ke industri tersebut dengan nilai investasi sebesar USD 2,55 triliun.

Ialah OneAgrix, yang sejak beberapa dekade telah mengamati pergerakan dan pertumbuhan pasar  makanan  halal, dan meyimpulkan jika ceruk pasarnya belum banyak diambil oleh pemain utama dalam industri makanan, sehingga OneAgrix dengan memanfaatkan teknologi digital, masuk di sektor tersebut dengan merilis start-up OneAgrix.

Perusahaan ini nantinya akan menghubungkan usaha halal sentris dengan pemasok makanan bersertifikat halal. OneAgrix nantinya akan menjadi marketplace  bagi produk makanan halal. Diharapkan, nantinya juga bisa membuka peluang terciptanya pusat bisnis dan pusat rantai disribusi produk halal yang lebih luas.

OneAgrix didirikan oleh pengusaha muda, Diana Sabrain dan Raihan Ali. Dijelaskan, OneAgrix merupakan sebuah online B2B marketplace untuk produk makanan, pertanian, dan nutraceutical, pemasok, dengan harga di dalam satu tempat.

OneAgrix tidak hanya menghubungkan bisnis makanan saja, tetapi juga gateway atau model pembayaran yang aman dan instan untuk pengiriman dan penyelesaikan transaksi mereka. “Ini merupakan yang pertama dari jenisnya di industri halal.”

Mengapa membidik pasar industri halal?

Pertanyaan penting lainnya, mengapa membidik pasar industri makanan halal? Antara lain lantaran besarnya peluang dan ceruk pasar yang tersedia dan di sisi lain masih belum banyak pemainnya. Data dari Thomson Reuters, memprediksi pasar industri makanan halal akan menyentuh angka USD 2,55 triliun pada tahun 2024.

Banyak restoran di seluruh dunia mulai melirik menu makanan halal. Di Inggris misalnya, kini sudah banyak restoran makanan cepat saji yang menyediakan halal food untuk pelanggan dari semua agama dan latar belakang.

Dilansir dari guardian newspaper, ada lebih dari 1,6 juta muslim di dunia saat ini yang telah mengadopsi halal diet. Bahkan, diperkirakan jumlahnya semakin meningkat karena ada kecenderungan generasi milenial non-muslim yang mulai ikut tertarik mengadopsi halal diet, karena alasan kesehatan dan jaminan kualitasnya.

“Sayangnya potensi ini masih banyak diabaikan oleh banyak perusahaan dan investor. Itulah antara lain mengapa OneAgrix tertarik dan melakukan investasi  dan membuka pasar bisnis makanan halal berkualitas tinggi untuk menghubungkan semua pemasok makanan halal di seluruh dunia,”kata Diana dan Raihan Founder OneAgrix. (*)

Reporter: Romy Syawal Editor: Ahmad Kholil