Senin, 23 September 2019
24 Muḥarram 1441 H
Home / Lifestyle / Oki Setiana Dewi: Hijrah Jangan karena Tren
FOTO I Dok. Arif Sharianews.com
Oki Setiana Dewi yang merupakan seorang publik figur sekaligus ustazah mengingatkan kepada generasi milenial untuk berhijrah dengan cara yang benar.

Sharianews.com, Jakarta ~ Berhijrah merupakan fenomena sosial yang menandai adanya fase krisis dalam diri manusia. Termasuk bagi generasi milenial. Hal tersebut ditandai dengan maraknya acara bertema spiritual di kalangan milenial seperti Hijrah Fest 2019 yang berlangsung di JCC, Jakarta 24-26 Mei 2019.

Oki Setiana Dewi yang merupakan seorang publik figur sekaligus ustazah mengingatkan kepada generasi milenial untuk berhijrah dengan cara yang benar. Ditemui saat berlangsungnya acara Hijrah Fest 2019, dirinya berujar bahwa hijrah sebaiknya jangan dijadikan hanya sebatas tren kekinian.

“Setelah berhijrah, berdoalah kepada Allah agar istikamah. Agar hijrah kita tidak hanya euforia saja. Ada orang yang mengatakan sekarang hijrah sudah menjadi tren. Sekarang trennya lagi bagus, kalau sudah nggak tren, nggak jadi berhijrah dong. Kalau kita menjadi orang-orang yang senantiasa berdoa kepada Allah agar dijaga keistikamahannya, maka Allah akan jaga,” jelas Oki, Jumat (24/5)

Menurutnya, seseorang tidak dapat dikatakan berhijrah jika sekadar ikut-ikutan saja. Sebab hijrah harus dilakukan dengan doa dan usaha.

“Kita minta pada Allah Swt agar kita tidak dikembalikan pada kehidupan kita yang lalu yang penuh dengan dosa, penuh dengan kemaksiatan, setelah Allah beri petunjuk pada kita. Maka doa-lah terus menerus setiap hari,” lanjut ibu dari tiga anak ini.

Agar kuat dan istikamah dalam berhijrah, lanjut Oki, maka generasi milenial perlu memperluas ilmu. Menurutnya, tidaklah sama orang berilmu dengan yang ilmunya sedikit.

Ia mencontohkan perbedaan orang yang berilmu dengan yang tidak berilmu saat menghadapi Ramadan. Orang berilmu akan merasa sedih ketika hendak berpisah dengan Ramadan. Sehingga yang dilakukannya adalah meningkatkan kualitas kebaikan.

Berbeda dengan orang yang sedikit ilmunya, mereka tidak tahu keutamaan Ramadan sehingga akan bersikap biasa saja, yang berdampak pada inkonsistensi dalam berhijrah.

“Maka untuk menjadi hijrah yang tak terlupakan, menjadi hijrah yang istikamah, banyaklah belajar, datang ke kajian ilmu. Berikutnya, amalkan, karena banyak orang yang berilmu tapi tak diamalkan tersebab banyaknya dosa-dosa. Hijrah harus dipaksakan, istikamah harus terus dipaksakan, ibadah harus dipaksakan. Harus dipasakan,” tutup Oki. (*)

 

 

Reporter: Fathia Rahma Editor: Achi Hartoyo