Minggu, 7 Juni 2020
16 Shawwal 1441 H
Home / Ziswaf / NU Care Jajaki Kerja Sama dengan Lembaga Sosial di Bosnia
Foto/dok.NucareLazisnu
Kegiatan tersebut dimanfaatkan oleh Sudrajat untuk mengunjungi lembaga sosial Medunarodni Forum Solidarnosti (MFS)-EMMAUS di Distrik Doboj Istok (Doboj Timur), yang dapat ditempuh sekitar empat jam dari Ibu Kota Bosnia, Sarajevo.

Sharianews.com, Jakarta ~ Ketua NU Care-Lazisnu, Achmad Sudrajat beserta delegasi lain dari PBNU mendampingi Rais 'Aam PBNU KH Miftachul Akhyar ke Bosnia baru-baru ini.

Kegiatan tersebut dimanfaatkan oleh Sudrajat untuk mengunjungi lembaga sosial Medunarodni Forum Solidarnosti (MFS)-EMMAUS di Distrik Doboj Istok (Doboj Timur), yang dapat ditempuh sekitar empat jam dari Ibu Kota Bosnia, Sarajevo.

"Daerah ini memiliki geografis berupa pegunungan yang indah dan bersih seperti di Kabupaten Malang kalau di Indonesia," kata Ajat, biasa disapa, melalui pesan WhatsApp, Jumat, (31/7).

Ajat mengungkapkan, pertemuan dengan lembaga sosial di Bosnia tersebut dimaksudkan untuk membahas kemungkinan kerja sama antara MFS-EMMAUS dan NU Care-Lazisnu.

"Saat berkunjung ke MFS-EMMAUS, delegasi dari PBNU diantarkan untuk meninjau proyek sosial MFS-EMMAUS, diantaranya house of care, pabrik yogurt dan guest house milik MFS. Kami juga berkunjung ke sebuah pesantren di Distrik Tuzla, dengan waktu tempuh enam jam dari Sarajevo," paparnya.

Pesantren itu, kata Ajat, didirikan pada tahun 1625. Kunjungan ke pesantren tersebut, lanjut Ajat,  dalam rangka menjalin kerja sama salah satunya untuk kemungkinan diadakannya exchange program antara NU Care-Lazisnu dengan pesantren tersebut.

"Di sela perjalanan kembali dari Tuzla menuju Sarajevo, delegasi berkesempatan ziarah ke pemakaman massal di Srebrenica," ucap Ajat.

Ajat mengungkapkan, tempat tersebut memiliki sejarah tersendiri yang disebut sebagai Genoside Srebrenica.

"Di tempat inilah sekitar 25 ribu orang warga Srebrenica, Bosnia yang mayoritas Muslim dibantai oleh pasukan Serbia dalam perang saudara tahun 1992 hingga 1995," pungkas Ajat. (*)

 

Reporter: Romy Syawal Editor: Achi Hartoyo