Jumat, 27 November 2020
12 Rabi‘ at-akhir 1442 H
Home / Ekbis / Negara Nonmuslim ini Jadi Target Ekspor Produk Halal Indonesia
Foto dok. Aksonsat Uanthoeng/Pexels
Mereka walaupun mayoritas bukan muslim, tapi mereka perlu menarik wisatawan dari negara muslim.

Sharianews.com, Jakarta - Dalam upaya meningkatkan ekspor produk halal, ada beberapa strategi yang dilakukan Kementerain Perdagangan.

Caranya dengan tidak hanya menyasar ke negara yang mayoritas muslim, tapi juga mencoba ke beberapa negara nonmuslim yang sudah mulai meningkatkan kesadaran produk halal di negara tersebut.

Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan Didi Sumedi menyampaikan contohnya adalah Taiwan. Kesadaran akan pentingnya produk halal ada di  Taiwan, karena walaupun negara itu mayoritas penduduknya bukan muslim, tapi mereka perlu menarik wisatawan dari negara muslim.

Sehingga mereka membutuhkan semacam sertifikasi sistem sertifikasi dan saat ini sudah terjalin kerja sama dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) untuk sertifikasi produk-produk halal di Taiwan sendiri.

“Sehingga ini satu peluang besar untuk kita untuk mengisi pasar Taiwan. Di sisi lain adalah beberapa negara seperti negara kerja sama teluk, itu adalah potensi yang kita coba eksplorasi pasarnya juga di negara-negara Eurosia, karena pecahan-pecahan Uni Soviet banyak yang sekarang negaranya berpenduduk muslim,” jelas Didi, belum lama ini.

Selain itu, negara-negara Afrika mempunyai potensi pasar halal yang cukup baik, sehingga Kementerian Perdagangan juga sedang mencoba meningkatkan akses pasar ke arah sana.

Dengan demikian, Didi menjelaskan khusus pasar Afrika, seperti Afrika Barat, Afrika Timur dan sekitarnya itu, dalam masa pandemi Covid-19 ini, devisa di negara-negara tersebut mengalami penurunan.

“Untuk itu, kita ada strategi khsusus untuk meningkatkan akses pasar kepada negara-negara yang notabene devisanya menurun. Kita coba dengan metode imbal dagang. Dalam imbal dagang ini tentu sebisa mungkin kita mengeliminir keterlibatan devisa sehingga kita akan melakukan semacam mix antara barter dalam imbal dagang,” pungkas Didi.

Rep. Aldiansyah Nurrahman