Selasa, 20 Agustus 2019
19 Thu al-Hijjah 1440 H
Home / Lifestyle / Muslimah di Berlin Belum Bebas Berhijab
FOTO I dok. Panjimas.com
Sebagian besar Muslimah masih menemukan kendala untuk menggunakan hijab dalam kehidupan sehari-hari, khususnya saat beraktivitas di lembaga resmi.

Sharianews.com, Pemandangan toleransi yang kuat antar umat beragama kini mudah ditemukan di berbagai kota dan negara minoritas Muslim, termasuk Berlin, Jerman.

Sikap saling menghormati, dan beragam fasilitas penunjang ibadah, tersebar di seluruh penjuru kota terpadat Uni Eropa tersebut. Begitu juga dengan makanan halal.

Namun, sebagian besar Muslimah masih menemukan kendala untuk menggunakan hijab dalam kehidupan sehari-hari, khususnya saat beraktivitas di lembaga resmi.

Penggunaan hijab masih dilarang di perkantoran dan lembaga resmi Berlin. Meski demikian, mereka masih bisa memakainya di luar profesi pelayanan publik.

Sebagian muslimah pekerja harus rela menanggalkan jilbabnya ketika berada di lingkungan kantor dan kembali mengenakan setelah bekerja. 

Sisi baiknya, hubungan antara Muslim dan non-Muslim dari segi komunikasi terbilang baik. Bahkan tidak jarang, berbagai agenda kerja sama terjalin di antara entitas tersebut.

Melansir dari republika, menuliskan bahwa pada Juni 2004 lalu misalnya, Muslim dan non-Muslim Berlin bersama-sama mendirikan Muslimische Akademie.

Pendirian akademi yang mendapat bantuan dari Bundeszentrale für Politische Bildung (Badan Federal untuk Pendidikan Warga Negara) tersebut didirikan untuk membangun forum antaragama dan intraagama.

Dalam hal ini, umat lslam memiliki hak politik yang terjamin. Pemerintah Berlin memberikan porsi yang sama bagi Muslim untuk turut serta aktif di panggung politik, meski jumlahnya minoritas.

Bahkan tak sedikit politikus Turki dan Kurdi Muslim yang menjabat di kantor-kantor pemerintah kota.

Untuk fokus isu nasional yang melibatkan komunitas Muslim sendiri menjadi komoditas intens bagi para politikus. Salah satu yang paling aktual adalah soal pendidikan agama di sekolah.

Beberapa sekolah di Jerman memang telah mengizinkan pelajaran Islam bagi siswa Muslim. Demikian pula di Berlin. Meski masih diawasi pemerintah setempat, pendidikan Islam bebas diizinkan bagi para siswa. Terlebih pengajaran agama di sekolah umum di Berlin dilakukan secara sukarela.

Selain itu, terdapat kursus pelajaran agama. Tidak hanya Islam, tapi juga berlaku bagi agama lain. Namun, beberapa tahun lalu, Föderation Islamische (Federasi Islam) Berlin berhasil mendapatkan izin dari pemerintah untuk memasukkan pelajaran agama di 20 sekolah di Berlin. Guru agama dikirim dari pihak federasi, namun digaji oleh pemerintah kota.

Reporter: Fathia Rahma Editor: Achi Hartoyo