Sabtu, 19 Oktober 2019
20 Ṣafar 1441 H
Home / Haji umrah / Musim Panas Jadi Tantangan bagi Petugas Haji Indonesia
Direktur Layanan Haji Luar Negeri Sri Ilham Lubis mengatakan bahwa kondisi ini menjadi tantangan tersendiri bagi petugas layanan transportasi haji, utamanya layanan bus selawat (bus pengantar jemaah dari hotel menuju Masjidil Haram).

Sharianews.com, Jakarta ~ Penyelenggaraan ibadah haji tahun ini bertepatan dengan musim panas, suhu udara di Arab Saudi saat ini mencapai 42 derajat. Bahkan, diperkirakan pada pelaksanaan haji bisa mencapai 50 derajat.

Direktur Layanan Haji Luar Negeri Sri Ilham Lubis mengatakan bahwa kondisi ini menjadi tantangan tersendiri bagi petugas layanan transportasi haji, utamanya layanan bus selawat (bus pengantar jemaah dari hotel menuju Masjidil Haram). Sebab, mereka harus bertugas di titik-titik pemberhentian bus yang tidak dilengkapi tempat berteduh demi memberikan layanan kepada jemaah.

“Mental petugas layanan transportasi haji tahun ini harus lebih kuat. Cuaca yang sangat panas, serta jumlah jemaah yang bertambah, menjadi tantangan petugas untuk memberikan layanan terbaik. Apalagi, jumlah petugas sama dengan tahun lalu,” jelas Sri Ilham seperti dalam keterangan tertulis, Kamis (27/6).

“Layanan bus shalawat akan diberikan kepada semua jemaah. Tahun sebelumnya, hanya 91 persen jemaah,” tambahnya.

Sri Ilham menuturkan, layanan bus ini akan dilakukan selama 24 jam, sehingga jemaah tidak perlu khawatir. Hanya saja, untuk menghindari kepadatan, jemaah diimbau untuk berangkat ke Masjidil Haram lebih awal satu sampai dua jam sebelum waktu salat. “Begitu juga saat akan kembali ke hotel, diharapkan tidak bersamaan, tapi menunggu satu atau dua jam usai salat jemaah,” lanjutnya.

Selain selawat, jemaah haji Indonesia selama di Arab Saudi juga mendapat layanan transportasi antar kota perhajian (Madinah – Makkah – Jeddah atau Jeddah – Makkah - Madinah) dan masyair (Arafah-Muszdalifah-Mina). Sebagaimana selawat, layanan antarkota perhajian dilakukan oleh pemerintah Indonesia. Sedang layanan transportasi Masyair dilakukan oleh pemerintah Arab Saudi.

“Sebagai panduan petugas dan jemaah, PPIH Arab Saudi telah menerbitkan Buku Saku Layanan Transportasi,” ujarnya. (*)

 

Reporter: Romy Syawal Editor: Achi Hartoyo